UNAIR NEWS – Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menegaskan peran strategisnya dalam mendukung penguatan sistem tata kelola dan perencanaan kesehatan di Indonesia, khususnya di wilayah Kawasan Timur Indonesia. Sebagai wujud nyata dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, FKM UNAIR dan Kementrian Kesehatan RI menjalin kolaborasi strategis untuk membersamai Dinas Kesehatan Provinsi Papua menyusun Dokumen Rencana Strategis (Renstra) dan Rencana Kerja (Renja).
Penyusunan dokumen renstra dan renja merupakan langkah krusial bagi pemerintah daerah dalam menentukan arah kebijakan, prioritas pembangunan, serta pengalokasian sumber daya kesehatan selama periode yang ditentukan. Kehadiran tim pakar dari FKM UNAIR bertujuan untuk memastikan bahwa setiap program kerja yang dirancang tidak hanya memenuhi kaidah administratif, tetapi juga berbasis data empiris (evidence-based policy) serta adaptif terhadap karakteristik geografis dan demografis di Papua.
Keterlibatan Pakar dan Akademisi
Dalam program pendampingan ini, FKM UNAIR menerjunkan tim akademisi dan pakar yang berpengalaman di bidang manajemen, kebijakan kesehatan, serta ilmu gizi dan kesehatan masyarakat. Tim pendamping tersebut terdiri dari Guru Besar Bidang Gizi Kesehatan FKM UNAIR Prof Dr Sri Sumarmi SKM MKes; Dosen dan Peneliti Bidang Promosi Kesehatan, Perilaku Kesehatan, dan Analisis Kebijakan Publik FKM UNAIR Dr Hario Megatsari SKM MKes; dan Akademisi FKM UNAIR Syifa’l Lailiayah SKM MKes.
Sinergi dari ketiga pakar tersebut memberikan pendekatan yang holistik. Mulai dari analisis kebutuhan gizi dan derajat kesehatan masyarakat, penentuan prioritas intervensi, hingga teknis penganggaran dan penyusunan indikator kinerja utama.

Strategi Pendampingan
Guna menjaga keberlanjutan proses pendampingan di tengah tantangan jarak dan efisiensi waktu, kegiatan dirancang menggunakan metode hybrid atau blended learning. Metode ini memadukan pendampingan secara dalam jaringan (online) dan luar jaringan (offline).
Sesi pendampingan online dimanfaatkan secara intensif untuk koordinasi teknis rutin, konsolidasi data sekunder, reviu draf dokumen secara bertahap, serta konsultasi mandiri antara tim perencana Dinas Kesehatan Provinsi Papua dan tim pendamping FKM UNAIR.
Sementara itu, pendampingan secara offline diwujudkan melalui kunjungan kerja langsung tim FKM UNAIR ke Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Papua sebanyak 4 (empat) kali sepanjang tahun 2026. Kunjungan tatap muka ini menjadi krusial untuk melakukan diskusi mendalam, lokakarya (workshop), serta klarifikasi data bersama para pemangku kepentingan (stakeholders) daerah.
Tahapan dan Rangkaian Kunjungan Lapangan
Proses penyusunan dokumen perencanaan ini terbagi ke dalam empat fase utama yang selaras dengan jadwal workshop (WS) tim FKM UNAIR ke Papua. Fase tersebut antara lain:
- WS 1: 13–16 April 2026 (Membangun Komitmen dan Telaah Dokumen Renstra Dinas Kesehatan Provinsi Papua )
- WS 2: 8–12 Juni 2026 (Pendampingan Revisi Renstra dan Penyusunan Renja Tahap 1 )
- WS 3: 17–21 Agustus 2026 (Pendampingan Penyusunan Renja Dinkes Tahap 2)
- WS 4: 21–26 September 2026 (Finalisasi Penyusunan Renja Dinkes Tahap 3)
Kemandirian Daerah
Salah satu penekanan utama dalam pendampingan ini adalah penerapan evidence-based planning (perencanaan berbasis bukti). Selama ini, tantangan utama dalam perancangan dokumen perencanaan daerah adalah keterbatasan integrasi data lapangan dengan alokasi anggaran. Melalui pembimbingan intensif ini, setiap program yang disusun dipastikan memiliki landasan data yang kuat sehingga intervensi kesehatan yang dilakukan dapat tepat sasaran.
Selain menyusun dokumen, tim FKM UNAIR juga melakukan alih teknologi dan pengetahuan (transfer of knowledge) kepada staf dan perencana di lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Papua. Hal ini penting untuk membangun kapasitas internal organisasi agar mampu melakukan monitoring, evaluasi, serta penyusunan perencanaan secara mandiri di masa mendatang.
Harapan dan Dampak Jangka Panjang
Melalui rangkaian pendampingan yang terstruktur dan berkesinambungan ini, diharapkan Dokumen Renstra dan Renja Dinas Kesehatan Provinsi Papua yang dihasilkan dapat menjadi acuan operasional yang solid, realistis, dan akuntabel.
Sinergi antara akademisi FKM UNAIR dan pemerintah daerah ini menjadi bukti nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mempercepat pemerataan kualitas pelayanan kesehatan, menurunkan angka kesakitan dan kematian, serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Provinsi Papua secara inklusif dan berkelanjutan.
Penulis: Hario Megatsari
Editor: Yulia Rohmawati
