Tim RKYchive yang terdiri atas Muhamad Rendhi Prastyo (FST), Ahmad Kevin Ilhamit Tamam (FPK), dan Yean Alvi Andieka (FKP) saat menerima penghargaan dalam ajang Brawijaya National Youth Inovation pada Kamis (24/9/2026) di Universitas Brawijaya (foto: Tim RKYchive)

Tim UNAIR Sabet Juara 2 di Ajang Infografis Nasional, Bawakan Gagasan Pesisir Berdaya

47 Views•3 minutes read

UNAIR NEWS – Persoalan ketergantungan penjualan hasil tangkapan masyarakat pesisir pada tengkulak mendorong tim mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) untuk melakukan hilirisasi hasil tangkapan menjadi produk bernilai tambah. Lewat gagasan bertajuk “PESISIR BERDAYA: Inovasi Hilirisasi dan Fair-Trade Pesisir” tersebut berhasil meraih juara 2 infografis nasional dalam ajang Brawijaya National Youth Inovation pada Kamis (24/9/2026) di Universitas Brawijaya. 

Tim yang bernama RKYchive ini terdiri atas Muhamad Rendhi Prastyo (FST), Ahmad Kevin Ilhamit Tamam (FPK), dan Yean Alvi Andieka (FKP). Selain hilirisasi, tim turut melibatkan peran perempuan menjadi penggerak ekonomi sekaligus melakukan digitalisasi produk guna memperluas akses pasar masyarakat pesisir. 

“Kami percaya masyarakat pesisir belum sejahtera karena masih banyak hasil tangkapan yang dijual kepada tengkulak dengan harga murah. Karena itu, kami mendorong hilirisasi agar hasil tangkapan memiliki nilai tambah dan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat pesisir,” ungkap Rendhi. 

Hasil infografis tim RKYchive yang berhasil meraih juara 2 dalam ajang Brawijaya National Youth Inovation pada Kamis (24/9/2026) di Universitas Brawijaya (foto: Tim RKYchive)
Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Pesisir 

Angka kemiskinan di wilayah pesisir yang cukup tinggi yani sekitar 17,74 % berdasarkan data BPS 2023. Angka tersebut menjadi salah satu alasan tim dalam mengusung hilirisasi kesejahteraan masyarakat pesisir. Rendhi menyebut, luaran dari inovasi “Pesisir Berdaya” ini berupa masyarakat pesisir yang mampu mengembangkan produk mereka sendiri tanpa perlu melalui perantara terlebih dahulu. Pemberdayaan berkelanjutan dengan upaya menjaga ekosistem laut pun ikut menjadi fokus dalam inisiasi “Pesisir Berdaya”. 

“Kami mengolah hasil tangkapan nelayan tanpa mengganggu mata pencaharian utama  untuk mengurangi ketergantungan pada tengkulak agar masyarakat pesisir mampu mengembangkan produknya sendiri,” tuturnya. 

Tawaran “Pesisir Berdaya” dalam ajang kompetisi nasional yang tim RKYchive usung tentu memerlukan ketelitian ekstra. Terlebih, sasaran yang mereka angkat merupakan masyarakat pesisir dengan kebutuhan yang berbeda-beda. Oleh karenanya, penerapan hilirisasi akan berawal dengan tahap mempelajari keseharian para nelayan bersamaan dengan proses insulin pengetahuan hilirisasi secara lambat-laun. 

“Kami juga melibatkan Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Gen Z sebagai pilar utama kemajuan teknologi dan inovasi bisnis,” imbuhnya. 

Solusi Berdampak Angkat Kemiskinan Ekstrem Pesisir 

Indikator keberhasilan “Pesisir Berdaya” diukur melalui penurunan angka kemiskinan ekstrem yang saat ini menyentuh sekitar 17,74 % (BPS 2023). Apabila angka kemiskinan menurun, efektivitas solusi yang tim RKYchive tawarkan akan teruji nyata. 

Sebagai generasi muda yang berperan menjalankan tanggung jawab atas keberlanjutan negara dan alam sekitar, tim RKYchive percaya bahwa sebuah inovasi tidak boleh sekadar berhenti pada ranah ide. Melainkan harus mampu memberi dampak kepada masyarakat lewat segala ikhtiar. 

“Teruslah berinovasi dan berdampak kepada masyarakat melalui apapun itu karena generasi muda memiliki tanggung jawab terhadap keberlanjutan negara dan alam. Bukan sekadar inovasi, tetapi solusi yang berdampak. Pesisir berdaya untuk ekonomi yang berkelanjutan.” pungkasnya. 

Penulis: Amelia Farah P.I

Editor: Ragil Kukuh Imanto

Universitas Airlangga
Excellence with Morality
If loading takes to long, go back to home by click here .