Universitas Airlangga Official Website

Gelar Festival Halal, Wakil Komisaris BSI Sebutkan Kriteria Produk Syariah

Adiwarman Karim saat menyampaikan materi pada Rabu (6/12/2023). (Foto: Humas UNAIR)
Adiwarman Karim saat menyampaikan materi pada Rabu (6/12/2023). (Foto: Humas UNAIR)

UNAIR NEWS – Penjaminan produk halal begitu penting dalam sebuah produk, terlebih lagi bagi sebuah produk yang berbasis pada usaha kuliner. Pusat Halal Universitas Airlangga mengadakan sebuah acara bertajuk Festival Halal Airlangga Emang Boleh Se Halal Itu? yang diselenggarakan pada Rabu (6/12/2023) di Airlangga Convention Center (ACC) UNAIR.

Hadir sebagai pembicara yakni Ir Adiwarman Azwar Karim SE MBA MAEP. Ia dikenal sebagai akademisi dan praktisi ekonomi syariah di Indonesia. Menurutnya, halal merupakan sebuah kriteria yang wajib dimiliki seorang penjual, sertifikasi halal juga menjadikan sebuah produk memiliki sebuah value yang lebih dibanding yang lain. 

“Di ekonomi syariah, produk berbasis halal itu penting. Itu yang menjadikan kita berbeda dengan yang lain,” tambahnya.

Ia menjelaskan dalam sebuah pembuatan produk, diperlukan syarat atau kriteria yang harus dipenuhi. Pertama ialah produk itu harus halal baik secara langsung maupun tidak langsung.

“Produk ya harus halal, tidak boleh mengandung unsur haram sedikitpun,” ucapnya.

Ia menambahkan Haram sendiri pun dibagi dua yakni Haram Li dzatihi yakni barang yang diharamkan karena barang itu sendiri mengandung kerusakan dan Haram li ghairihi. Yakni, barang yang berpotensi memiliki dampak kerugian kepada diri sendiri dan orang lain.

Kedua, ia menjelaskan mengenai pentingnya produk yang baik. Baik untuk dikonsumsi, menyehatkan dan memiliki dampak yang baik untuk orang lain. “Tidak cuma halal saja, produk itu harus thayyib, harus baik agar masyarakat dapat manfaatnya,” tambahnya sembari memberi uang kepada penonton yang bisa menjawab pertanyaan.

Ia menjelaskan, hal yang terpenting adalah keberkahan. Menurutnya, produk yang baik dari segala sisi adalah memiliki keberkahan. “Berkah itu apa sih? Berkah itu ketika kita melaksanakan perbuatan baik, kita bahagia, kita memiliki manfaatnya, bukan untuk diri kita saja tapi juga untuk orang lain,” ujarnya.

Wakil Komisaris BSI itu pun menambahkan bahwa semua yang disebutkan itu merupakan ciri bisnis yang berkah dan baik dan perlu diperhatikan bagi produsen muslim. “Kriteria itu setidaknya tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sekitar kita,” tambahnya.

Adiwarman menambahkan, BSI saat ini telah memfasilitasi dan mendorong pedagang UMKM untuk segera memiliki sertifikasi halal. “Bisa hubungi UMKM centre BSI, disana disediakan permodalan, jaminan halal dan hal-hal yang diperlukan lainnya,” tambahnya.

Terakhir, ia menyampaikan bahwa hidup seperti cermin. Jika kita baik maka kebaikan itu akan kembali kepada kita dan sebaliknya. Sebagai tambahan, hadir pula Rektor Universitas Airlangga, Prof Dr Mohammad Nasih SE MT Ak serta motivator UKM Coach Joko Wardiyanto.

Penulis : Laksamana Salman Alfarizi 

Editor : Khefti Al Mawalia