UNAIR NEWS – Sisa sayuran dan kulit buah yang kerap berakhir di tempat sampah ternyata menyimpan potensi menjadi produk ramah lingkungan sekaligus bernilai ekonomi. Berangkat dari gagasan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Masyarakat (KKN-BBK) 8 Universitas Airlangga (UNAIR) menghadirkan program Gerakan Masyarakat Mengelola Limbah Dapur menjadi Eco Enzyme (GEMA-ENZYME) untuk mengedukasi sekaligus memberdayakan Ibu PKK Desa Pucakwangi, Kabupaten Lamongan.
Melalui program tersebut, mahasiswa tidak hanya mengenalkan pemanfaatan limbah organik rumah tangga. Mereka mendorong masyarakat agar mampu mengolahnya menjadi produk multifungsi yang berpotensi meningkatkan nilai ekonomi sekaligus mendukung kelestarian lingkungan.
Manfaatkan Limbah Organik Menjadi Produk Bernilai
Ketua tim, Ardiansyah Maulana menuturkan bahwa program tersebut lahir dari pengamatan tim terhadap banyaknya limbah sayuran dan buah-buahan rumah tangga. Menurutnya limbah tersebut belum termanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.
“Sebagian besar warga di Desa Pucakwangi lebih sering memasak sendiri, sehingga limbah organik seperti sisa sayuran dan buah-buahan cukup banyak. Selama ini limbah tersebut umumnya hanya terbuang begitu saja,” jelasnya.
Melalui proses fermentasi limbah organik menggunakan gula dan air, masyarakat dapat menghasilkan eco enzyme, yakni cairan ramah lingkungan yang memiliki beragam fungsi. Selain bermanfaat sebagai pupuk organik cair (POC), eco enzyme juga bisa bermanfaat sebagai pembersih lantai, pembersih kaca, pencuci peralatan dapur, hingga membantu mengurangi bau lingkungan seperti selokan air.
Menurutnya, pemanfaatan eco enzyme masih belum banyak masyarakat ketahui. Padahal, produk tersebut memiliki nilai guna yang lebih luas dari pada sekadar mengolah sampah organik menjadi kompos. Oleh sebab itu, tim menghadirkan GEMA-ENZYME sebagai inovasi sederhana yang dapat masyarakat terapkan untuk mengurangi limbah rumah tangga sekaligus menghasilkan produk yang bermanfaat.Â

Dorong Kemandirian dan Peluang Ekonomi Masyarakat
Ibu-ibu PKK menjadi sasaran utama karena kelompok tersebut memiliki peran strategis dalam pengelolaan limbah rumah tangga. Selain rutin berkumpul melalui kegiatan PKK, para ibu juga menjadi pihak yang paling dekat dengan aktivitas memasak sehari-hari sehingga berpotensi menjadi penggerak penerapan pengelolaan limbah organik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Ardiansyah mengungkapkan bahwa antusiasme peserta cukup tinggi selama kegiatan berlangsung. Banyak peserta yang baru mengetahui bahwa eco enzyme tidak hanya dapat bermanfaat sebagai pupuk organik, tetapi juga memiliki berbagai fungsi lain untuk kebutuhan rumah tangga.Â
Lebih lanjut, ia berharap pengetahuan itu tidak berhenti pada kegiatan edukasi semata. Menurutnya, apabila produksi eco enzyme dilakukan secara berkelanjutan, produk tersebut berpotensi menjadi salah satu produk unggulan desa yang dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.
“Harapannya, ibu-ibu PKK bisa terus memproduksi eco enzyme setelah KKN selesai. Kalau dikembangkan, produk ini tidak hanya dimanfaatkan sendiri, tetapi juga bisa dijual sehingga menjadi tambahan pendapatan sekaligus menjadi keunikan Desa Pucakwangi,” pungkas Ardiansyah.
Penulis: Marissa Farikha Siti Fatimatuzzahra
Editor: Khefti Al Mawalia





