APSHA Kupas Strategi Ubah Keresahan jadi Peluang Bisnis

183 Views•2 minutes read

UNAIR NEWS – Airlangga Public Health Student Association (APSHA), Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Universitas Airlangga (UNAIR) mengadakan Entrepreneurship Webinar and Business Plan Competition (EWBC). Kegiatan tersebut bertajuk “From Passion to Profit: Unlocking Business Growth in The Digital Era”. Webinar tersebut bertujuan untuk memfasilitasi mahasiswa UNAIR dan mahasiswa umum untuk mempelajari peluang bisnis di era digital.

Salah satu pemateri dalam webinar tersebut adalah Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNAIR 2024 Aulia Athaariq Akbar. Saat ini, ia juga tengah mengembangkan usaha Kost care.id, Tungku Tani, dan Yamichan. Tak hanya Athariq, webinar tersebut juga menghadirkan Christy Raina, seorang beauty creator specialist dan pendiri platform pengembangan diri, Petik Indonesia.

Athaariq menceritakan pengalamannya membangun Kostcare, bisnis yang terinspirasi dari pengalamannya sebagai mahasiswa. Ia melihat masih minimnya layanan penitipan barang dan kebersihan yang dibutuhkan mahasiswa penghuni kos.

Menurutnya, ida bisnis tidak selalu lahir dari ide yang brilian, tetapi juga dapat berawal dari keresahan. “Keresahan yang ditemukan di lingkungan sekitar dapat menjadi peluang yang kemudian dikembangkan menjadi sebuah usaha yang menghasilkan keuntungan,” ujarnya.

Jika Athaariq menekankan pada ide, Christy Raina justru menyinggung perihal value dan dampak dari sebuah bisnis. Ia menilai, bisnis tidak hanya perihal untung rugi semata, tetapi juga tentang perubahan apa yang ditinggalkan setelah seseorang membeli produk atau memakai jasa yang ditawarkan sebuah bisnis.

“Perubahan setelah konsumen membeli bisnis kita  tidak selalu dalam bentuk nyata, tetapi juga berupa lain. Seperti meningkatkan kesadaran, membuka kesempatan, hingga memberikan pilihan yang lebih baik,” katanya.

Christy Raina membawakan materi tentang menciptakan bisnis yang berdampak bagi sekitar (Foto: Dok. Panitia)

Raina menambahkan bahwa salah satu cara menciptakan dampak dalam bisnis adalah melalui konten di media sosial. Menurutnya, konten tidak hanya dapat mengenalkan bisnis kepada masyarakat, tetapi juga menjadi sarana untuk menciptakan perubahan. 

“Dari sebuah konten, kita bisa membangun awareness, membangun conversation, sampai akhirnya mendorong action. Misalnya, orang jadi tahu, ‘Oh, ternyata ada makanan sehat ini.’ Kemudian ada yang pernah membeli dan memberikan ulasan, sehingga orang lain ikut tertarik untuk mencoba dan membeli,” jelasnya. 

Penulis: Damar Anargya Pratama

Editor: Yulia Rohmawati

Accessibility ✕
Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia English English
Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top