Hadir di Forum Internasional, Prof Amin Alamsjah Dorong Kolaborasi Sektor Perikanan dan Kelautan

41 Views•3 minutes read

UNAIR NEWS – Kolaborasi lintas negara menjadi salah satu langkah untuk menghadapi tantangan sektor perikanan dan kelautan di kawasan Asia Tenggara. Hal tersebut disampaikan Guru Besar Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) UNAIR, Prof Ir Mochammad Amin Alamsjah MSi PhD, dalam The 14th International Fisheries Symposium (IFS) yang berlangsung pada Senin-Kamis (12-15/10/2026) di Iloilo City, Filipina.

Dalam forum internasional tersebut, Prof Amin hadir sebagai Presiden ASEAN Fisheries Education Network (ASEAN-FEN) periode 2025–2026. Ia mendorong penguatan kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan inovasi untuk mendukung pengembangan sektor perikanan dan kelautan secara berkelanjutan.

IFS kali ini mengusung tema “One Blue ASEAN Fisheries for the Future”. Simposium yang terselenggara oleh University of the Philippines Visayas (UPV) tersebut mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi industri, dan pembuat kebijakan untuk membahas perkembangan ilmu perikanan sekaligus tantangan sektor kelautan.

Prof Amin menilai forum tersebut memiliki peran strategis dalam memperluas pertukaran pengetahuan dan membangun jejaring internasional. Ia menjelaskan bahwa IFS menjadi ruang bagi berbagai pihak untuk membagikan hasil penelitian dan mendiskusikan perkembangan keilmuan di bidang perikanan dan kelautan.

“Simposium ini merupakan forum akademik bergengsi yang mempertemukan peneliti, akademisi, praktisi industri, dan pembuat kebijakan untuk membahas perkembangan terbaru serta tantangan di bidang perikanan dan ilmu kelautan,” ujar Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni UNAIR itu.

Menurutnya, manfaat forum internasional tidak hanya terletak pada penyampaian hasil penelitian, tetapi juga pada peluang membangun kerja sama antarlembaga. Melalui ASEAN-FEN, kolaborasi tersebut harapannya dapat membuka kesempatan lebih luas bagi perguruan tinggi di kawasan ASEAN untuk mengembangkan penelitian bersama dan bertukar pengetahuan.

Partisipasi berbagai negara dalam IFS menunjukkan pentingnya kerja sama regional dalam menjawab tantangan perikanan. Delegasi yang hadir berasal dari sejumlah negara. Antara lain Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina, serta perwakilan dari China dan Jepang.

Prof Amin berharap pertemuan tersebut dapat memperkuat kerja sama internasional. Terutama dalam pertukaran pengetahuan dan pengembangan kapasitas akademik. “Saya berharap kegiatan ini dapat menjadi katalis untuk memperkuat kerja sama internasional dalam pertukaran pengetahuan,” tuturnya.

Ia juga menekankan bahwa pengembangan sektor perikanan membutuhkan dukungan berbagai pemangku kepentingan. Mulai dari perguruan tinggi, industri, pemerintah, hingga sponsor. “Upaya kita hanya dapat berhasil dengan perhatian dan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak. Termasuk perguruan tinggi, industri, pemerintah, dan sponsor,” ungkapnya.

Melalui keterlibatan Prof Amin dalam IFS, UNAIR turut memperkuat jejaring pendidikan dan penelitian perikanan di tingkat regional. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi berbasis ilmu pengetahuan sekaligus mendukung pengelolaan sumber daya perikanan dan kelautan yang berkelanjutan.

Penulis: Abraham Chrisanta Putra

Editor: Yulia Rohmawati

Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top