Prof Muhammad Miftahussurur dr MKes SpPD-KGEH PhD FINASIM dalam kegiatan SDGs Connect 11th IAC Meeting & 5th Health Promotion International. (Foto : istimewa).

UNAIR Perkuat Pendekatan One Health melalui Riset dan Pengabdian

30 Views•2 minutes read

UNAIR NEWS – Kolaborasi lintas disiplin menjadi kunci dalam menghadapi tantangan kesehatan yang semakin kompleks, mulai dari penyakit menular, resistensi antimikroba, dan perubahan iklim. Hal itu disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Community Development (RICD) Universitas Airlangga (UNAIR), Prof Muhammad Miftahussurur dr MKes SpPD-KGEH PhD FINASIM dalam kegiatan SDGs Connect 11th IAC Meeting & 5th Health Promotion International. 

Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis (15/10/2026) di Aula Garuda Mukti, Lantai 5 Kantor Manajemen Kampus MERR – C UNAIR. Dalam pemaparannya, Prof Miftah menjelaskan bahwa penanganan tantangan kesehatan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. 

“Pendekatan One Health mengingatkan kita bahwa kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan saling terhubung. Tantangan tersebut tidak dapat diselesaikan oleh satu sektor saja, sehingga diperlukan kolaborasi untuk menghasilkan solusi yang berkelanjutan,” jelasnya.

UNAIR mengembangkan pendekatan One Health melalui empat pilar utama, yakni riset dan inovasi, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta kemitraan. Keempat pilar tersebut diarahkan untuk menjadi solusi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menurut Prof Miftah, riset tidak cukup hanya menghasilkan publikasi ilmiah. Namun juga perlu menghadirkan solusi praktis untuk mendukung pencegahan penyakit dan penyusunan kebijakan berbasis bukti. Sementara itu, pendidikan multidisiplin mendorong mahasiswa mengembangkan pengetahuan dan keterampilan untuk menghadapi persoalan nyata.

“Hal yang paling utama itu bukan pencapaian universitas, melainkan bagaimana pengetahuan dan kegiatan yang kita lakukan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, menciptakan komunitas yang sehat, serta melindungi lingkungan,” ujarnya.

Melalui berbagai program pendidikan dan pengabdian masyarakat, UNAIR mendorong mahasiswa menerapkan pengetahuan untuk menjawab tantangan kesehatan, sanitasi, ketahanan pangan, dan kelestarian lingkungan.

“Harapannya melalui kolaborasi dengan pemerintah, komunitas, dan mitra internasional dapat memperluas dampak program sekaligus mendukung pencapaian SDGs secara berkelanjutan,” pungkasnya. 

Penulis : Maulya Afifah Zahra 

Editor : Khefti Al Mawalia

Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top