HIV/AIDS telah mengalami perubahan status dari penyakit mematikan menjadi kondisi kronis yang dapat dikelola berkat terapi antiretroviral (ART). Namun, berbagai tantangan masih dihadapi oleh ODHA) dalam bentuk stigma, tekanan psikologis, dan ketidakpatuhan terhadap pengobatan. Dalam konteks ini, keyakinan individu terhadap pengobatan dan peran keluarga menjadi sangat penting. Keluarga tidak hanya berfungsi sebagai sistem pendukung emosional, tetapi juga memainkan peran vital dalam meningkatkan ketahanan (resiliensi) ODHA. Resiliensi keluarga membantu ODHA dalam menghadapi berbagai tekanan sosial dan psikologis, termasuk meningkatkan kualitas hidup dan keberhasilan pengobatan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara keyakinan individu ODHA dan ketahanan keluarga sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan mereka secara menyeluruh.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi potong lintang. Sebanyak 100 responden ODHA dipilih secara purposive di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, dengan kriteria: telah didiagnosis HIV minimal 6 bulan, berusia di atas 20 tahun, tidak memiliki gangguan kejiwaan, dan mampu membaca-tulis. Instrumen penelitian diadaptasi dari Family Empowerment Scale (FES) yang mencakup enam indikator: manajemen depresi, kepatuhan terhadap pengobatan, manajemen gejala, komunikasi dengan tenaga kesehatan, dukungan sosial, dan manajemen kelelahan. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman untuk melihat hubungan antara masing-masing aspek keyakinan individu dan tingkat ketahanan keluarga.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat keyakinan individu yang baik, namun ketahanan keluarga cenderung pada kategori sedang. Terdapat hubungan positif yang signifikan antara komunikasi dengan tenaga kesehatan, dukungan sosial, dan kepatuhan terhadap pengobatan dengan ketahanan keluarga. Sebaliknya, manajemen depresi, gejala, dan kelelahan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa pentingnya dukungan sosial dan komunikasi yang baik sebagai faktor penunjang dalam membangun resiliensi keluarga. Intervensi berbasis keluarga dan peningkatan keyakinan individu terhadap perawatan HIV dapat memperkuat ketahanan serta meningkatkan keberhasilan pengobatan dan kualitas hidup ODHA. Penelitian ini juga menunjukkan urgensi program pemberdayaan keluarga secara komprehensif untuk mendukung keberlanjutan perawatan HIV di masyarakat.
Artikel ini merujuk pada penelitian dengan judul “Individual beliefs and family resilience among PLWH”





