Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Hubungan Kualitas Kerja Staf, Budaya Keselamatan, dan Kejadian Luka Tekan di Panti Werdha: Analisis Jalur

32 Views•3 minutes read

Penghuni panti werdha memiliki risiko lebih tinggi mengalami kejadian medis yang merugikan, salah satunya adalah luka tekan atau yang dikenal juga sebagai bedsore. Luka tekan terjadi akibat tekanan yang berlangsung lama pada area kulit tertentu, terutama di sekitar tonjolan tulang, sehingga menyebabkan kerusakan jaringan dan berpotensi memicu komplikasi serius seperti infeksi, sepsis, hingga peningkatan risiko kematian. Kejadian ini dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari kondisi klinis penghuni panti hingga kualitas lingkungan kerja staf yang merawat mereka.

Kualitas kerja staf dipandang sebagai konsep multidimensi yang mencakup kepuasan kerja, kondisi lingkungan kerja, dan kesejahteraan karyawan. Panti werdha kerap menghadapi tantangan seperti keterbatasan sumber daya, dukungan manajemen yang minim, serta kurangnya kompetensi profesional dan keselamatan di kalangan staf. Di sisi lain, budaya keselamatan menggambarkan sikap, keyakinan, dan nilai yang dipegang staf dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari secara aman. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kepemimpinan yang suportif dan lingkungan kerja yang positif berkaitan erat dengan kualitas kerja staf, yang pada akhirnya turut memengaruhi keselamatan pasien, termasuk kejadian luka tekan.

Berangkat dari hal tersebut, studi ini bertujuan menganalisis hubungan antara kualitas kerja staf, budaya keselamatan, dan kejadian luka tekan di panti werdha menggunakan pendekatan analisis jalur.

Penelitian cross-sectional ini melibatkan 261 staf dari sebelas panti werdha di Jawa Timur, Indonesia, baik milik pemerintah maupun swasta, yang dipilih menggunakan teknik multistage cluster sampling. Data dikumpulkan mengenai karakteristik staf, kualitas kerja, budaya keselamatan, serta jumlah kejadian luka tekan yang dilaporkan dalam tiga bulan terakhir. Kualitas kerja diukur menggunakan instrumen Measuring Quality of Work–Indonesian Version (MQW-INA), sedangkan budaya keselamatan diukur menggunakan Nursing Home Survey on Patient Safety Culture–Indonesian Version (NHSOPSC-INA).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas kerja staf memiliki hubungan yang kuat dengan budaya keselamatan. Lama masa kerja juga berkaitan signifikan dengan kualitas kerja, menunjukkan bahwa staf yang lebih berpengalaman cenderung menilai kondisi kerjanya lebih baik. Budaya keselamatan terbukti berhubungan negatif dengan kejadian luka tekan, artinya semakin positif budaya keselamatan di suatu panti werdha, semakin rendah kejadian luka tekan yang dilaporkan. Namun, ditemukan pula hasil yang cukup mengejutkan: kualitas kerja justru berhubungan positif dengan kejadian luka tekan.

Setelah dilakukan penyesuaian model, indeks kesesuaian model (model fit) mencapai tingkat yang dapat diterima. Jam kerja per minggu ditemukan berpengaruh signifikan terhadap kualitas kerja, namun tidak berpengaruh langsung terhadap budaya keselamatan. Sementara itu, faktor personal lain seperti usia, gaji, pengalaman kerja, dan tingkat pendidikan tidak menunjukkan hubungan langsung yang signifikan terhadap budaya keselamatan maupun kualitas kerja.

Temuan ini menggarisbawahi pentingnya memperhatikan beban jam kerja staf panti werdha, karena jam kerja yang berlebihan berisiko menurunkan kualitas kerja akibat kelelahan dan risiko burnout, yang pada akhirnya dapat berdampak pada kualitas perawatan penghuni. Di sisi lain, penguatan budaya keselamatan melalui pelatihan staf, penilaian risiko, dan pelaporan insiden dinilai penting untuk menekan risiko luka tekan di panti werdha.

Peneliti menekankan bahwa hasil ini perlu ditafsirkan secara hati-hati mengingat desain penelitian yang bersifat cross-sectional serta kemungkinan adanya perbedaan praktik pelaporan antarfasilitas. Studi ini menegaskan pentingnya memperkuat budaya keselamatan sebagai salah satu strategi untuk menurunkan risiko luka tekan, sekaligus menjadi masukan penting bagi pengelola panti werdha dalam merancang kebijakan ketenagakerjaan dan keselamatan pasien yang lebih baik bagi lansia.

Ditulis oleh:

Rista Fauziningtyas, PhD.

Artikel asli dapat diakses di:

https://www.scitepress.org/Link.aspx?doi=10.5220/0015010300004027

Universitas Airlangga
Excellence with Morality
If loading takes to long, go back to home by click here .