Total hip arthroplasty (THA) atau operasi penggantian sendi panggul adalah salah satu tindakan yang paling sering dilakukan untuk mengatasi kerusakan sendi akibat osteoartritis, trauma, atau nekrosis tulang. Operasi ini sangat efektif mengurangi nyeri dan mengembalikan kemampuan bergerak. Namun, tantangan besar di Indonesia adalah mahalnya implan panggul, karena sebagian besar masih bergantung pada produk impor.
Sebuah penelitian terbaru menilai apakah implan panggul buatan Indonesia—yang dibuat menggunakan bahan Stainless Steel 316L (SS316L) melalui teknik hot forging—mampu menandingi kualitas implan impor dan implan standar berbahan cobalt-chrome (CoCr). Dengan pengujian laboratorium ketat sesuai standar internasional (ISO 7206-10), penelitian ini mengevaluasi tiga hal krusial: kekuatan tekan, kekuatan tarik, dan kekasaran permukaan.
1. Kekuatan Tekan: Tiga-tiganya Sama Kuat
Dalam pengujian tekanan, seluruh implan—lokal, impor, maupun CoCr—menunjukkan daya tahan yang setara. Perbedaan nilai rata-rata tidak signifikan, dan semuanya mampu menahan gaya tekan yang jauh lebih besar dibanding beban fisiologis saat berjalan. Artinya, dari segi kestabilan dasar, implan lokal sudah setara dengan standar global.
2. Kekuatan Tarik: Produk Impor Justru Paling Lemah
Temuan paling mencolok terdapat pada pengujian tensile strength atau kekuatan tarik, yaitu kemampuan implan menahan gaya yang dapat memisahkan komponen kepala dan leher femoral.
- Implan lokal SS316L: 1.154 N
- Implan CoCr: 1.011 N
- Implan SS316L impor: hanya 137 N
Nilai implan impor jauh di bawah batas aman dan bahkan tidak memenuhi standar performa minimum. Peneliti menemukan penyebabnya: sudut taper yang tidak presisi serta finishing permukaan yang buruk, menyebabkan kekuatan sambungan sangat rendah dan berisiko terjadi kegagalan dini bila digunakan di tubuh manusia.
Sebaliknya, implan lokal justru menunjukkan performa mekanis yang bahkan melebihi CoCr, bahan yang selama ini dianggap “gold standard”.
3. Kekasaran Permukaan: Produk Lokal Lebih Halus dan Stabil
Permukaan implan harus berada pada rentang Ra 0,2–0,5 µm untuk mencegah keausan dan korosi. Hasilnya:
- Local SS316L: 0,31 µm
- CoCr: 0,41 µm
- Imported SS316L: 0,99 µm (terlalu kasar dan berisiko gagal)
Permukaan implan impor dua kali lebih kasar dari batas aman, meningkatkan risiko pelepasan ion logam dan kerusakan jaringan.
Implikasi Penting: Indonesia Siap Mandiri Produksi Implan Panggul
Temuan ini memperkuat bukti bahwa implan panggul buatan dalam negeri mampu memenuhi standar biomekanik internasional. Dengan kekuatan tarik tinggi, presisi geometrik, serta kualitas permukaan yang stabil, implan lokal berpotensi besar menjadi alternatif ekonomis yang aman untuk menggantikan produk impor.
Namun, penelitian ini bersifat awal. Uji kelelahan (fatigue test), uji korosi, dan uji klinis jangka panjang masih diperlukan sebelum implementasi luas dalam layanan kesehatan.
Kesimpulan
Penelitian ini menunjukkan bahwa implan panggul SS316L buatan Indonesia tidak hanya memenuhi standar, tetapi juga mengungguli beberapa produk impor. Jika dikembangkan lebih lanjut, ini dapat membuka jalan kemandirian industri medis nasional dan menurunkan biaya operasi panggul bagi masyarakat.
Penulis : Farid Ibrahim, Dwikora Novembri Utomo, Mohammad Zaim Chilmi, Fahmi Mubarok
Judul Artikel : Comparison of compression, tensile strength, and surface roughness between local SS316L and standard implants in total hip arthroplasty: An 𝑖𝑛 𝑣𝑖𝑡𝑟𝑜 study
Jurnal : Journal of Medicinal and Pharmaceutical Chemistry Research
Tautan : https://doi.org/10.48309/jmpcr.2026.532025.1761
https://jmpcr.samipubco.com/article_226136.html





