UNAIR NEWS — Tim mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) berhasil meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) skema Riset Eksakta (RE) melalui inovasi Fitonano-Spray Kombinasi Daun Sirih (Piper betle) dan Sambiloto (Andrographis paniculata) sebagai Inhibitor Isolat Lapang Methicillin-resistant Staphylococcus aureus Penyebab Mastitis. Tim yang terdiri dari Dhelia Ayu Salsabila, Airilia Revina Ramadhani, Febrizqy Fasyassir Fisqy, Hasna Tsany Sa’adah, dan Nashwa Mawla Audyia menghadirkan solusi berbasis bahan alam untuk mendukung penanganan mastitis pada sapi perah.
Inovasi ini berangkat dari permasalahan mastitis yang masih menjadi penyakit penting pada sapi perah karena dapat menurunkan produksi dan kualitas susu serta menyebabkan kerugian ekonomi bagi peternak. Penggunaan antibiotik secara berlebihan juga dapat memicu resistensi bakteri. Khususnya Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA).
“Kami melihat adanya kebutuhan alternatif pengobatan yang lebih aman untuk membantu mengatasi mastitis. Sehingga kami mengembangkan Fitonano-Spray berbasis bahan alam dengan teknologi nano,” ujar Dhelia Ayu Salsabila.
Berbasis Bahan Alam
Tim mengembangkan fitonano-spray dengan kombinasi ekstrak daun sirih dan sambiloto yang memiliki potensi senyawa antibakteri alami. Melalui teknologi nano, bahan aktif tersebut harapannya dapat memiliki efektivitas penghantaran yang lebih optimal dalam menghambat pertumbuhan bakteri MRSA penyebab mastitis.
“Inovasi ini tidak hanya memanfaatkan potensi tanaman herbal, tetapi juga menggabungkannya dengan teknologi nano agar dapat bekerja lebih optimal sebagai terapi pendukung,” jelas Dhelia.
Produk ini dirancang dalam bentuk spray yang diaplikasikan pada area ambing sapi sehingga lebih praktis digunakan oleh peternak. Inovasi tersebut harapannya mampu membantu menghambat perkembangan bakteri serta mendukung pengurangan peradangan pada area yang mengalami mastitis.
Tantangan dalam Pengembangan Penelitian
Setelah memperoleh pendanaan PKM, tim masih melanjutkan penelitian melalui tahap formulasi, pengujian efektivitas antibakteri, hingga evaluasi potensi aplikasinya. Dalam prosesnya, tim menghadapi tantangan berupa keterbatasan fasilitas pengujian di FIKKIA Banyuwangi.
“Beberapa pengujian seperti PSA dan sitotoksisitas perlu dilakukan di laboratorium lain. Sehingga kami melakukan koordinasi dengan berbagai fasilitas Universitas Airlangga agar penelitian tetap berjalan,” ungkap Dhelia.
Keberhasilan memperoleh pendanaan menjadi motivasi bagi tim untuk terus mengembangkan inovasi ini. Tim berharap Fitonano-Spray dapat berkembang menjadi alternatif perawatan mastitis yang lebih aman, mudah diaplikasikan, serta membantu mengurangi ketergantungan penggunaan antibiotik pada sektor peternakan.
“Kami berharap penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi peternak dan menjadi kontribusi dalam penanganan mastitis di Indonesia. Jangan takut mencoba, karena setiap proses akan memberikan pengalaman berharga,” tuturnya.
Penulis: Dheva Yudistira Maulana
Editor: Yulia Rohmawati





