Tim Hibiscoud, salah satu tim PKM - RE UNAIR Lolos PIMNAS 2026 (Foto : istimewa).

Inovasi Herbal Antiobesitas, Tim PKM Hibiscoud UNAIR Melaju ke PIMNAS 2026

93 Views•2 minutes read

UNAIR NEWS – Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) Universitas Airlangga (UNAIR) yakni Hibiscoud berhasil melaju ke ajang Program Inti Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2026. Penelitian yang mereka usung berjudul Uji Efektivitas Formulasi Ekstrak Rosela dan Stevia Sebagai Antiobesitas Melalui Modulasi Metabolisme Lipid.

Tim Hibiscoud terdiri dari Fatkhul Stevanie (FKM), Rihana Gayda Pratiwi (FKM), Rizka Shabrina Ariesty (FKM), Anggun Dwi Syandi Sekarwati (FV), dan Hidayatul Hafidzah (FV). Tim di bawah bimbingan Ni Nyoman Purwani SSi MSi PhD. Mereka menguji potensi kombinasi rosela dan stevia sebagai zat antiobesitas. 

Stevanie, ketua tim Hibiscoud, menjelaskan bahwa penelitian ini berangkat dari tingginya angka obesitas global yang diproyeksikan mencapai 3,80 miliar pada tahun 2050. Konsumsi junk food yang semakin meningkat membuat tim mengeksplorasi kombinasi rosela dan stevia sebagai kandidat antiobesitas.

“Rosela memiliki kandungan antosianin serta polifenol, sedangkan stevia kaya akan glikosida steviol. Kami menggabungkan keduanya untuk menguji sejauh mana potensi formulasi ini dalam menghambat aktivitas enzim lipoprotein lipase yang memicu penumpukan lemak,” ujarnya.

Tim Hibiscoud melakukan penelitian untuk mengerahui efektivitas ekstrak Rosela dan Stevia sebagai antiobesitas (Foto : Tim Hibiscoud).
Tim Hibiscoud melakukan penelitian untuk mengerahui efektivitas ekstrak Rosela dan Stevia sebagai antiobesitas (Foto : Tim Hibiscoud).
Rangkaian Proses

Untuk membuktikan efektivitasnya, tim menjalankan rangkaian uji laboratorium menggunakan ekstraksi etanol 80% pada kelopak rosela dan daun stevia. Pengujian berlanjut dengan analisis kromatografi lapis tipis di bawah paparan sinar UV untuk memastikan presensi senyawa aktif.

“Setelah mengekstrak bahan dasar, kami melakukan pengujian aktivitas inhibisi enzim LPL secara in vitro dan menganalisis kinetikanya menggunakan plot Lineweaver–Burk. Seluruh tahapan utama pengujian laboratorium telah berhasil kami selesaikan dengan baik,” jelasnya.

Lebih lanjut, Stevanie menjelaskan mengenai perbedaan utama riset ini dengan kajian lainnya terletak pada penggunaan dua bahan alam sekaligus yang berfokus pada pemetaan kinetika enzim LPL. Pendekatan tersebut menjadi nilai kebaruan ilmiah tanpa membandingkannya secara langsung dengan obat sintetis di pasaran.

“Kebaruan penelitian kami ada pada formulasi kombinasi rosela-stevia dan analisis karakteristik inhibisi enzimnya secara mendalam. Karena masih dalam tahap in vitro, fokus kami saat ini adalah memperkuat bukti ilmiah dasarnya terlebih dahulu,” tambahnya.

Harapan PIMNAS

Dibalik keberhasilan menuju PIMNAS, mereka tidak lepas dari kendala teknis, salah satunya adalah pengadaan bahan enzim LPL dari luar negeri. Meski sempat terkendala, pendampingan intensif dari dosen pembimbing membuat tim berhasil mengoptimalkan penyajian data visual dan pemahaman materi.

“Melalui ajang PIMNAS 2026, kami berharap dapat menyajikan performa presentasi terbaik. Sekaligus, memberi sumbangsih informasi ilmiah bagi pengembangan riset herbal di Indonesia,” pungkasnya. 

Penulis : Maulya Afifah Zahra

Editor : Ragil Kukuh Imanto 

Accessibility ✕
Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia English English
Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top