Peserta SDGs CONNECT saat berkeliling Sungai Kalimas dengan perahu. (Foto: Humas UNAIR)

Jaga Biodiversity Sungai Kalimas, UNAIR dan AUN-HPN Tebar Benih Ikan Gurame

28 Views•2 minutes read

UNAIR NEWS – Serangkaian kegiatan SDGs CONNECT 11th AUN-HPN International Advisory Committee Meeting dan 5th International Health Promotion Conference masih terus berlanjut. Kali ini, para peserta melakukan city tour mengelilingi kota Surabaya. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (16/10/2026) ini meliputi menebar benih ikan di Sungai Kalimas, mengunjungi tugu pahlawan, serta mengenal beberapa tempat dan sejarah kota Surabaya.

Assoc Prof Dr Sri Widati SSos MSi selaku koordinator SDGs Center Lembaga Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan (LPMB) Universitas Airlangga (UNAIR) menegaskan bahwa kegiatan yang berlangsung di Sungai Kalimas menjadi bentuk nyata penerapan SDGs nomor 6 dan 14. Yakni air bersih dan sanitasi layak serta ekosistem lautan. 

“Kita membantu supaya di Kalimas ini ada ikan-ikan, ada kehidupan yang baik untuk keseimbangan biodiversity dan isu climate change. Jadi, dengan memelihara kehidupan di bawah laut, kita berharap hal tersebut dapat menjadi kontribusi nyata menangani perubahan iklim,” jelasnya.

Prof Widati bercerita bahwa kegiatan menabur benih ikan gurame di depan Mount Castle menjadi hal yang dinanti oleh para peserta. Ia menyebut, setiap kali pengambilan sampel acak, ikan yang terambil perempuan. Menurutnya, hal ini terjadi karena suhu dan kondisi biochemical yang ada di dalam sungai. 

“Benih gurame yang kita sebar ini nantinya berguna untuk perkembangbiakan sekaligus menjaga ekosistem bawah air,” tegasnya. 

Assoc Prof Dr Sri Widati SSos MSi selaku koordinator SDGs Center LPMB. (Foto: Humas UNAIR)

Prof Widati berharap kegiatan SDGs CONNECT dapat terlaksana secara rutin setiap tahun di bulan Oktober dan terus berkolaborasi dengan berbagai negara. Ia mempertegas bahwa kolaborasi yang terjalin tidak akan berhenti di dalam conference saja, tetapi juga penelitian, publikasi, ataupun community services. 

“Kita bekerja sama dengan ASEAN University Network-Health Promotion Network (AUN-HPN). Kemudian kita berkolaborasi dengan International Union Health Promotion and Education (IUHPE),” imbuhnya. 

Lebih lanjut, Prof Widati berpesan bahwa keilmuan health literacy tidak boleh sekadar berhenti sebagai pengetahuan kognitif semata, tetapi harus ada implementasi dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan bahwa SDGs bukan hanya tanggung jawab institusi, tetapi juga tanggung jawab pribadi. 

“Mulai dari hal yang sederhana seperti buang sampah pada tempatnya, tidak food waste jadi tidak membuang makanan sisa, serta berkontribusi kepada kelestarian bumi,” pesannya.

Penulis: Putri Andini

Editor: Khefti Al Mawalia

Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top