Universitas Airlangga Official Website

Kapabilitas Organisasi untuk Berubah: Review Sistematis dan Arah Riset ke Depan

Ilustrasi by Barantum

Tantangan yang dihadapi organisasi saat ini adalah perubahan fundamental yang konstan, selalu terjadi dalam proses “dari sini ke sana”. Yang “sana” dalam proses ini bukanlah keadaan statis; itu adalah target yang bergerak – serangkaian kondisi yang terus berubah secara konstan. Untuk bertahan dan berkembang dalam membuat perubahan, organisasi harus mengembangkan kemampuan perubahan mereka. Kemampuan ini telah diberi label “kapasitas organisasi untuk perubahan” atau “kemampuan perubahan organisasi” oleh penelitian yang ada.

Kemampuan perubahan organisasi (OCC) dianggap generik untuk semua kemampuan dinamis lainnya yang tertanam dalam suatu organisasi, yang mewakili kemampuan organisasi yang luas dan dinamis yang memungkinkan perusahaan untuk menyesuaikan kemampuan warisan terhadap ancaman dan peluang baru untuk dapat menciptakan kemampuan baru. OCC paling tepat dipahami sebagai “meta-capability” yang memungkinkan organisasi untuk tetap kompetitif dalam dinamisme lingkungan yang tinggi. Berdasarkan Google Scholar, artikel terkait OCC dari tahun 2005-2020 mengalami peningkatan, namun dari tahun 2009 hingga 2020 jumlahnya mengalami peningkatan dan penurunan. Tren ini menarik mengingat kemampuan ini sangat penting dalam menghadapi perubahan yang saat ini semakin kompleks, meskipun belum ada studi mendalam di bidang ini. Namun, meskipun semakin banyak literatur tentang OCC, belum ada upaya untuk mensintesis wawasan sebelumnya.

Ada dua perspektif tentang OCC, yang pertama adalah kapabilitas, yang merupakan kombinasi dari kapabilitas manajerial dan organisasional yang memungkinkan organisasi untuk mengadaptasi kompetensi secara lebih cepat dan efektif agar dapat bertahan dan berkembang. Perspektif kedua menjelaskan tidak hanya kemampuan organisasi untuk belajar dan menyesuaikan kompetensinya dengan lingkungan yang berubah, tetapi juga kemampuan untuk menerapkan perubahan tersebut. Selain itu, perspektif ini mengusulkan bahwa organisasi dapat menanggapi perubahan lingkungan secara reaktif (dengan mengadaptasi kompetensi yang ada) dan proaktif (memulai atau mengembangkan kompetensi yang sama sekali baru). Perspektif pertama berfokus pada kapabilitas pemimpin dengan menggunakan delapan dimensi, antara lain pemimpin yang dapat dipercaya, pengikut yang dapat dipercaya, juara yang cakap, manajemen yang terlibat, budaya inovatif, budaya yang akuntabel, pemikiran sistem, dan komunikasi sistem. Di sisi lain, perspektif kedua menekankan kapabilitas organisasi terkait kapabilitas pembelajaran, kapabilitas proses perubahan, dan kapabilitas membangun konteks perubahan. Berdasarkan pengamatan ini, tinjauan sistematis literatur yang ada tentang OCC diperlukan untuk mengkonsolidasikan wawasan yang terfragmentasi dan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada para sarjana tentang keadaan literatur saat ini dan mengidentifikasi kesenjangan pengetahuan untuk memandu studi di masa depan.

Sesuai dengan tujuan penelitian ini dilakukan tahapan sebagai berikut. Pertama, studi ini mengulas secara singkat dasar-dasar definisi, dimensi, dan perspektif OCC. Penulis juga menjelaskan pendekatan sistematis untuk mengidentifikasi dan menganalisis literatur yang ada. Kedua, makalah ini merangkum dan mengevaluasi pengetahuan yang termasuk dalam setiap topik. Ketiga, setelah mensintesis pengetahuan, peneliti menilai dan mengevaluasi temuan di wilayah penelitian ini. Atas dasar wawasan ini, penelitian kemudian menyoroti arah penting untuk penelitian masa depan. Makalah ditutup dengan kata penutup.

Studi ini adalah tinjauan literatur yang sistematis dan komprehensif yang membahas konsep OCC dan tempatnya dalam penelitian untuk menawarkan rekomendasi untuk studi masa depan. Studi ini juga memeriksa kemungkinan yang tersedia bagi para sarjana di masa depan untuk lebih mengembangkan dan memperluas literatur saat ini dalam domain ini. Makalah ini menyimpulkan bahwa OCC adalah kemampuan yang sangat dibutuhkan organisasi untuk bertahan dari perubahan. Meskipun konsep ini masih dalam tahap awal dengan berbagai definisi dan dimensi, beberapa penelitian telah menganalisis variabel yang mempengaruhi OCC pada tingkat individu dan organisasi. Tinjauan ini mengkaji bagaimana mekanisme dan konteks mendukung pencapaian hasil dari OCC. Selanjutnya, penelitian masa depan terkait perlunya kajian empiris, metode, dan landasan teori di masa mendatang harus ditindaklanjuti.

Dengan memanfaatkan wawasan tinjauan, penelitian ini juga memberikan beberapa kontribusi. Pertama, studi ini menawarkan pemahaman yang lebih komprehensif tentang OCC, yang masih terfragmentasi. Kedua, tinjauan komprehensif lebih dari 200 artikel ilmiah ini membantu dalam menciptakan pemahaman tentang pendekatan penelitian OCC bagi akademisi dan praktisi. Ketiga, studi ini penting dalam mengembangkan peta jalan untuk penelitian masa depan dan menyoroti kemungkinan perkembangan literatur teoritis dan empiris tentang OCC. Penelitian ini menyoroti bagaimana adopsi teori seperti pandangan berbasis penelitian (RBV), kemampuan dinamis (DC), pembelajaran organisasi (OL), dan teori kepemimpinan membantu dalam menjelaskan bagaimana OCC berkembang dan mempengaruhi hasil kerja dan dapat menjelaskan hubungan antara OCC dan variabel yang relevan.

Penulis: Prof. Badri Munir Sukoco

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

https://www.emerald.com/insight/content/doi/10.1108/MRR-01-2021-0039/full/html

Elisabeth Supriharyanti and Badri Munir Sukoco (2022), “Organizational change capability: a systematic review and future research directions”, Management Research Review, Vol. ahead-of-print No. ahead-of-print. https://doi.org/10.1108/MRR-01-2021-0039