Universitas Airlangga Official Website

Karakteristik Persalinan Selama Pandemi COVID-19

Selama pandemi covid-19, persalinan sesar mendominasi beberapa rumah sakit rujukan di Indonesia. Temuan kami dalam penelitian yang bertema pelayanan kesehatan maternal di salah satu rumah sakit rujukan tersier di Jawa Timur menyatakan bahwa lebih dari setengah pasien covid-19 (53,9%) maupun non covid-19 (52,4%) bersalin dengan metode sesar. Penelitian lain di RS Universitas Airlangga Surabaya menyatakan bahwa 63,3% pasien non covid-19 dan 71,7% pasien covid-19 bersalin menggunakan metode sesar (1). Di RSUD Wangaya Denpasar pada April sampai dengan Mei 2021, 80% ibu dengan suspek covid-19 dan 64% positif covid-19 bersalin dengan metode sesar (2). Temuan di RSUP Dr. Kariadi Semarang pada April sampai dengan Mei 2021 menyatakan bahwa 86,7% persalinan pasien covid-19 dengan metode sesar (3). Penelitian secara global pun melaporkan bahwa intervensi medis sering terjadi pada perempuan bersalin di awal pandemi, seperti induksi persalinan dan persalinan sesar (4).

Sedikitnya evidence-based yang terkait metode persalinan menjadikan sesar sebagai jalan tengah untuk mencegah penularan virus semakin berkembang. Misalnya saja, persalinan sesar digunakan untuk mencegah transmisi covid-19 dari ibu kepada bayi. Sebenarnya, beberapa referensi tidak merekomendasikan persalinan sesar sebagai jalan untuk mencegah transmisi ini. Misalnya saja pada penelitian yang dipublikasikan oleh the lancet menyatakan bahwa persalinan pervaginam mampu menurunkan risiko transmisi covid-19 dari ibu kepada bayi (8). Sebuah artikel review pun menjelaskan bahwa covid-19 seharusnya bukan menjadi alasan mutlak penentuan metode persalinan sesar, melainkan harus mempertimbangkan indikasi medis yang dimiliki. Realitas yang ditemukan dalam review ini juga menyatakan bahwa persalinan pervaginam justru terbukti dapat menurunkan risiko penularan dari ibu kepada bayi (9).

Di awal pandemi, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga merekomendasikan hal ini. Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) mengikuti kebijakan yang dibuat oleh dunia dengan mengeluarkan sebuah rekomendasi persalinan sesar untuk pasien covid-19 (6).  Lebih lanjut, terjadi perubahan rekomendasi terkait hal ini, pemilihan metode persalinan pada ibu positif covid-19 dilakukan berdasarkan indikasi medis yang medukung. Covid-19 bukan lagi menjadi indikasi mutlak dalam pemilihan metode persalinan sesar (7).

Lemahnya sistem pelayanan kesehatan dalam menghadapi bencana covid-19. Banyaknya tenaga kesehatan yang tumbang karena covid-19 mengindikasikan pemilihan persalinan sesar kepada pasien covid-19. Keputusan ini dimaksudkan agar penularan virus covid-19 kepada petugas kesehatan dapat dicegah. Apalagi, Alat Pelindungan Diri (APD) yang menjadi senjata utama terkait pencegahan penularan masih minim (1). Kesiapan APD memang menjadi problematika Indonesia dalam menghadapi bencana pandemi ini. Di awal pandemi, ketersediaan APD seperti makser N95, face shield, dan hazmat sangatlah minim. Bahkan, tenaga kesehatan harus menggunakan APD yang didaur ulang untuk melakukan sebuah pelayanan (10).

Hak Asasi dan Persalinan Selama Pandemi

Perlu kita tekankan bahwa hak asasi dalam proses persalinan juga menjadi bagian dari reproductive health right. Persalinan yang tidak mengedepankan sifat-sifat respect dan cenderung mendekati kekerasan menjadi salah satu sorotan. Salah satu bentuk penyimpangan dalam hal ini adalah minimnya otoritas perempuan untuk memilih pelayanan yang akan mereka dapatkan pada proses persalinan. Bahkan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyoroti over-medicalised pada proses persalinan (11).

Beberapa kebijakan yang diambil selama pandemi covid-19 difokuskan pada pencegahan penyebaran wabah, namun hal ini justru mengeliminir hak asasi pada proses persalinan.  (12). Minimnya otoritas perempuan dalam pengambilan keputusan pada proses persalinan adalah salah satu bentuk perenggutan hak asasi persalinan (4). Sebenarnya, seseorang berhak menentukan apa yang akan terjadi pada tubuhnya serta menyetujui maupun menolak intervensi medis yang akan mereka dapatkan. Perempuan seharusnya memiliki hak untuk menentukan metode persalinan apa yang akan mereka pilih sebagai pertimbangan keberlangsungan tubuh mereka kedepanya (13).

Keterbatasan sumber daya selama pandemi covid-19 menyebabkan perempuan tidak dapat memilih metode persalinan apa yang akan mereka dapatkan. Kondisi ini memiliki dampak pada psikologis perempuan. Sebuah penelitian di Inggris menyatakan bahwa ibu yang bersalin selama pandemi covid-19 memiliki rasa trauma dan depresi yang lebih tinggi. Bahkan, keterbatasan perempuan untuk memilih pengobatan, tempat persalinan dan pemilihan metode persalinan yang sesuai keinginannya membuat mereka mengalami depresi pascapersalinan (14).

Harapanya, pengendalian covid-19 tidak meminimalisir hak kesehatan reproduksi, khususnya persalinan. Persalinan menjadi sebuah peristiwa yang alami dan tentunya akan menimbulkan sebuah rasa trauma untuk persalinan kedepanya jika tidak dilakukan sebauh pelayanan yang respect. Beberapa kebijakan yang dimaksudkan untuk menurunkan risiko penularan justru merenggut hak perempuan untuk memberikan pendapat mengenai persalinannya. Misalnya, keterbatasan APD menginisiasi rumah sakit untuk membuat kebijakan persalinan sesar kepada perempuan dengan covid-19 untuk menurunkan penularan ke tenaga kesehatan.

Dengan adanya disrupsi fasilitas kesehatan selama pandemi covid-19, menjadi sebuah pelajaran bagi setiap negara untuk melakukan persiapan mitigasi bencana kesehatan. Sehingga, tidak ada lagi intervensi kesehatan yang belum memiliki evidence pasti dilakukan (15). Perlu kita ingat bahwa persalinan sesar memberikan dampak medis lainya pada perempuan seperti perdarahan dan infeksi. Selain itu, persalinan sesar juga memberikan dampak psikologis perempuan serta memimalkan ruang antara ibu dan bayi selama pascapersalinan. Bahkan, sebuah penelitian menyatakan bahwa kualitas hidup perempuan yang bersalin dengan metode pervaginam cenderung lebih baik dibandingkan dengan persalinan sesar (16).

Penulis:  Sofia Al Farizi, S.Keb., Bd., M.Kes.

Jurnal: Maternal Characteristics and Outcomes Affected by COVID-19 Pandemic in Indonesia