Universitas Airlangga Official Website

Karbofuran Menyebabkan Kerusakan Usus Halus Mencit

Pestisida yang digunakan secara luas di bidang pertanian untuk meningkatkan hasil panen buah-buahan, sayuran, dan gandum terdeteksi mengandung residu pestisida. Pestisida golongan karbamat yang umum digunakan dalam kegiatan pertanian adalah karbofuran, aldikarb, dan karbaril. Karbofuran sering digunakan secara luas dalam bidang pertanian memiliki dampak positif dalam pengembangan usaha pertanian, namun karbofuran meninggalkan residu pada produk ternak dan tanaman. Residu p insektisida dalam makanan dapat membahayakan organisme lain yang bukan sasaran insektisida. Karbofuran memiliki spektrum luas serta memiliki toksisitas yang tinggi pada mamalia. Toksisitas yang tinggi pada mamalia terjadi pada paparan per oral dan per inhalasi.

Paparan karbofuran per oral dapat memicu pembentukan Reactive Oxygen Species (ROS). Pembentukan senyawa oksigen reaktif memicu stress oksidatif sehingga mengakibatkan kerusakan jaringan dan kematian sel. Insektisida yang masuk ke dalam tubuh secara oral akan mengalami proses pencernaan seperti zat makanan yang masuk ke dalam tubuh. Dalam saluran pencernaan, usus halus merupakan organ yang berfungsi untuk mencerna makanan dan air yang masuk ke dalam tubuh. Di samping itu, usus juga dapat menjadi portal utama masuknya zat yang tidak diinginkan oleh tubuh seperti obat-obatan maupun pestisida. Duodenum merupakan bagian paling proksimal dari usus halus yang pertama kali kontak dengan chyme untuk diserap dan diedarkan ke seluruh tubuh serta membawa chyme ke dalam hepar untuk didetoksifikasi melalui vena porta.

Insektisida yang masuk per oral dapat mengakibatkan hipermotilitas saluran pencernaan maupun malabsorbsi saluran pencernaan. Malabsorbsi dan hipermotilitas pada saluran pencernaan mengakibatkan zat makanan yang masuk ke dalam tubuh tidak dapat tercerna dengan baik serta mengakibatkan barier perlindungan saluran pencernaan mengalami gangguan sekresi dan menyebabkan iritasi lapisan mukosa usus akibat pengelupasan sel epitel permukaan.

Penelitian ini merupakan studi awal mengenai ada bahaya karbofuran terhadap saluran pencernaan. Dengan studi awal ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai bahaya karbofuran serta dapat diteruskan oleh peneliti selanjutnya sebagai salah satu upaya meminimalkan terjadinya keracunan akibat penggunaan insektisida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerusakan jaringan usus halus secara histopatologi duodenum mencit (Mus musculus) melalui paparan karbofuran. Parameter yang diukur adalah integritas epitel duodenum. Hewan coba terdiri dari tiga puluh ekor mencit betina yang dibagi dalam empat perlakuan yaitu kontrol P0 tidak diberi karbofuran melainkan disubstitusi NaCl 0,9%; P1 terpapar karbofuran 0,0104 mg/Kg Berat Badan; P2 terpapar karbofuran 0,0208 mg/Kg Berat Badan; P3 adalah karbofuran sebesar 0,0407 mg/Kg Berat Badan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan dan lima ulangan. Uji Kruskal Wallis digunakan sebagai alat analisis data, dilanjutkan dengan Uji Mann-Whitney jika terdapat perbedaan bermakna antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karbofuran menyebabkan deskuamasi dan erosi epitel. Namun dosis efektif paparan karbofuran mengubah histopatologi duodenum adalah 0,208 mg/Kg Berat Badan.

Penulis: Epy Muhammad Luqman

Publikasi di jurnal ilimiah: International Journal of Life Science Research Archive (IJLSRA)

Link artikel:

https://sciresjournals.com/ijlsra/content/histopathological-overview-mice-duodenum-mus-musculus-due-carbofuran-exposure

https://sciresjournals.com/ijlsra/sites/default/files/IJLSRA-2024-0029.pdf