UNAIR NEWS – Berawal dari cita-cita yang tersimpan sejak masa sekolah, langkah Delvin Erwi Anggara kini resmi berbuah manis. Mahasiswa Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNAIR angkatan 2024 ini berhasil menembus jajaran Top 15 Finalis Cak & Ning Kota Surabaya 2026. Mewakili Kecamatan Tenggilis Mejoyo sekaligus almamaternya, Delvin membuktikan bahwa padatnya aktivitas perkuliahan tak menghalanginya untuk aktif melestarikan budaya dan memajukan pariwisata Kota Pahlawan.
Mewujudkan Impian Masa Sekolah
Bagi Delvin yang saat ini menginjak semester lima, keikutsertaannya dalam ajang Cak & Ning Kota Surabaya bukan sekadar ajang kompetisi biasa. Pengalaman ini merupakan perwujudan dari impian yang telah ada sejak masa SMP dan SMA.
“Prestise Cak & Ning Kota Surabaya pada pandangan masyarakat Surabaya sangat tinggi. Hal itu sempat menjadi high pressure bagi saya, tetapi motivasi terbesar datang dari kedua orang tua yang memberikan dukungan penuh agar saya berani mendaftarkan diri,” ujar Delvin.
Perjalanan Delvin meraih gelar finalis tidak lepas dari tantangan berat. Pelaksanaan babak grand final serta masa karantina hotel selama lima hari berlangsung bersamaan dengan Ujian Tengah Semester (UTS). Selama karantina, para peserta wajib fokus menerima materi dari senior dan tamu undangan tanpa mempergunakan telepon genggam.
“Tantangan terbesar adalah membagi waktu. Saya harus memberikan effort lebih untuk spare time tetap belajar serta menjaga nilai UTS saat jadwal karantina padat,” kenangnya.
Namun, semangatnya tak surut berkat mengalirnya dukungan dari berbagai pihak. Selain keluarga dan teman-teman terdekat, dukungan moral juga datang dari dosen, pihak kampus, hingga Camat Ngagelrejo. Bagi Delvin, membawa nama baik almamater serta daerah asal menjadi dorongan utama untuk tampil maksimal.
Komitmen Pengembangan Potensi Pemuda dan Budaya
Sebagai bagian dari wajah representatif pemuda Kota Surabaya, Delvin menaruh perhatian besar pada pengembangan minat dan bakat anak muda Kota Pahlawan. Ia mengamati masih banyak pemuda yang bingung memilih serta memahami potensi diri mereka.
“Kontribusi yang ingin saya hadirkan, selain bidang pariwisata, adalah merangkul para pemuda untuk memahami budaya dan sejarah Surabaya. Surabaya memiliki anak-anak muda berpotensi besar yang perlu mendapat wadah berkembang agar mampu mengukir kebanggaan, tidak hanya tingkat lokal tetapi juga internasional,” jelasnya.
Tidak terpaku pada pemuda Surabaya saja, Delvin juga memberikan dorongan semangat bagi sesama Ksatria Airlangga untuk berani keluar dari zona nyaman serta berpartisipasi aktif pada kegiatan berbasis budaya maupun pariwisata.
“Kalian adalah representasi dari budaya tempat kalian berasal. Manapun kalian melangkah, tunjukkan sisi positif tersebut.Tugas utama kita sebagai mahasiswa memang menuntut ilmu, tetapi jangan pernah melupakan akar budaya serta dasar tempat kita lahir. Beranikan diri untuk mengeksplorasi potensi dan membawa nama baik daerah kalian,” pungkas Delvin.
Penulis: Fauziah Laili Romadhon
Editor: Yulia Rohmawati
