Universitas Airlangga Official Website

Analisis Kelangsungan Hidup Pasien Tuberkulosis Paru Tipe III yang Mengalami SensorMenggunakan Metode Kaplan–Meier

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Tuberkulosis paru adalah penyakit yang diderita seseorang yang terjangkit atau terinfeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini merupakan penyakit menular. Negara Indonesia berada pada peringkat kedua dengan angka tuberkulosis tertinggi di dunia. Penyakit tuberkolosis lebih mudah menyebardi tempat dengan kepadatan penduduk tinggi dan kondisi lingkungan yang tidak sehat.

Prevalensi tuberkulosis paru diyakini telah menyebar sekitar seperempat populasi global. Demografi yang rawan terdampak penyakit pernapasan ini sebagian besar adalah individu rentang usia antara 15 hingga 50 tahun, yang merupakan masa puncak produktivitas. Pemerintah terus melakukan upaya semaksimal mungkin untuk mencapai komitmen global dalam mengelimasi tuberkulosis pada tahun 2050 dengan memaksimalkan upaya case detection rate (CDR) dan success rate (SR).

Analisis survival merupakan metode statistika yang digunakan untuk melakukan estimasi peluang hidup seseorang berdasarkan data. Setidaknya terdapat dua poin penting dalam penelitian uji ketahanan hidup seseorang yakni diketahuinya waktu awal (time origin) sesuai jadwal penelitian hingga waktu akhir penelitian ketika terjadinya sebuah kejadian (event). Metode Kaplan Meier dan uji Log Rank merupakan metode yang terdapat dalam analisis survival. Hasil analisis metode Kaplan Meier diperjelas melalui kurva survival Kaplan Meier dengan menggambarkan peluang hidup pasien sejak masa dimulainya penelitian (starting point) hingga terjadinya suatu event (end point). Kurva survival  Kaplan Meier yang mempunyai tren monoton turun seiring bertambahnya waktu t.

Uji Log Rank berfungsi untuk membandingkan dua atau lebih fungsi survival dan menentukan apakah hasil kurva survival Kaplan-meier untuk dua atau lebih kategori memiliki persamaan atau perbedaan secara statistik. Uji Log Rank ini menggunakan uji Chi-Square dimana uji ini membandingkan antara frekuensi sel yang diamati dengan expected untuk keseluruhan kategori pada suatu interval waktu.

Penelitian ini menggunakan data rekam medis pasien rawat inap tuberkulosis paru yang berasal dari Rumah Sakit Umum Haji Surabaya sebanyak 77 data. Variabel penelitian yang dipakai dalam penelitian ini diantaranya adalah lama waktu rawat inap, usia, jenis kelamin, kebiasaan merokok, penyakit penyerta atau komorbid, indeks massa tubuh (IMT), dan komplikasi. Berdasarkan hasil perhitungan nantinya akan dicari peluangsurvival pasien masih dalam perawatan di Rumah Sakit mulai hari pertama sampai dengan hari ke 19. Hasil penelitian menunjukkan, nilai peluang survival yang tinggi pada awal akan mengalami penurunan secara perlahan hingga hari ke 19. Sedangkan hasil uji Log Rank diperoleh adanya perbedaan peluang survival setidaknya pada satu kategori dalam variabel usia, jenis kelamin, kebiasaan merokok, dan penyakit penyerta.

Selanjutnya hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam mempercepat penyembuhan  penderita TBC serta pengembangan penerapan teori statistika. Artikel  secara lengkap dapat diakses melalui link yang diberikan di bawah.

Penulis :  Ardi Kurniawan

Artikel dapat diakses melalui link: https://doi.org/10.1063/5.0308855