Universitas Airlangga Official Website

Ketika Target Bertemu Nilai: Potret Kepemimpinan dan Kinerja Islami di Supermarket Sakinah Surabaya

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Bayangkan seorang kasir di sebuah supermarket Islami menghadapi antrean panjang menjelang waktu salat. Target penjualan harus tetap tercapai, pelayanan tidak boleh menurun, tetapi nilai kejujuran dan amanah tetap harus dijaga. Situasi sederhana ini menggambarkan tantangan nyata yang dihadapi organisasi ritel berbasis Islam: bagaimana menjaga kinerja kerja tetap tinggi tanpa mengorbankan nilai-nilai religius.

Dalam dunia ritel yang bergerak cepat, kepemimpinan menjadi kunci utama dalam mengarahkan perilaku kerja karyawan. Salah satu gaya kepemimpinan yang banyak digunakan adalah kepemimpinan transaksional, yaitu kepemimpinan yang menekankan kejelasan tugas, aturan kerja, serta hubungan imbalan dan pencapaian. Dalam praktiknya, karyawan bekerja berdasarkan target yang jelas dan memperoleh penghargaan sesuai dengan hasil kerja yang ditunjukkan.

Pendekatan ini sering dianggap efektif untuk sektor ritel karena mampu menciptakan keteraturan dan efisiensi. Namun, pertanyaannya menjadi lebih menarik ketika kepemimpinan transaksional diterapkan di lingkungan usaha yang sarat dengan nilai Islam, seperti Supermarket Sakinah Surabaya. Di sini, ukuran keberhasilan kerja tidak berhenti pada angka penjualan, tetapi juga pada cara kerja yang mencerminkan kejujuran, tanggung jawab, dan etika Islami.

Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan transaksional dapat mendorong kinerja kerja Islami selama dijalankan secara adil dan transparan. Sistem penghargaan yang jelas membantu karyawan memahami bahwa setiap usaha akan dihargai secara proporsional. Hal ini sejalan dengan prinsip keadilan dalam Islam, di mana hak diberikan sesuai dengan kewajiban yang telah ditunaikan. Pengawasan yang konsisten juga membantu menjaga kedisiplinan kerja tanpa harus menghilangkan nilai saling menghormati.

Namun, kinerja kerja Islami tidak terbentuk hanya dari aturan dan target. Kepuasan kerja memainkan peran penting dalam membentuk sikap karyawan terhadap pekerjaannya. Ketika karyawan merasa diperlakukan dengan adil, dihargai kontribusinya, dan bekerja dalam lingkungan yang mendukung nilai religius, muncul rasa nyaman dan tenang dalam bekerja. Perasaan inilah yang mendorong karyawan menjalankan tugas secara sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab.

Di Supermarket Sakinah, kepuasan kerja memiliki dimensi yang lebih luas. Selain aspek material, kepuasan juga muncul dari keselarasan antara pekerjaan dan nilai spiritual. Kesempatan menjalankan ibadah, suasana kerja yang islami, serta tujuan usaha yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan memberikan makna tersendiri bagi karyawan. Pekerjaan tidak lagi dipahami sekadar sebagai rutinitas, tetapi sebagai bagian dari pengabdian.

Menariknya, tingkat kepuasan kerja tidak selalu menentukan kuat atau lemahnya pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja kerja Islami. Dalam konteks ini, nilai religius dan budaya organisasi justru menjadi fondasi utama yang membentuk perilaku kerja. Karyawan tetap menunjukkan kinerja yang baik karena dorongan moral dan komitmen terhadap nilai Islam, meskipun kondisi kerja tidak selalu ideal.

Pengalaman Supermarket Sakinah Surabaya menunjukkan bahwa kepemimpinan transaksional tidak harus bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Ketika target, aturan, dan penghargaan dirancang secara adil dan diselaraskan dengan prinsip religius, organisasi ritel mampu mencapai kinerja tinggi sekaligus menjaga integritas dan etika kerja Islami.

Penulis: Dr. ARI PRASETYO SE., M.Si.

Sumber: https://ejournal.iainmadura.ac.id/index.php/iqtishadia/article/view/18916/4710

Prasetyo, Ari. (2025). Kepemimpinan Transaksional Terhadap Kinerja Kerja Islami, dan Peran Moderasi dan Mediasi Kepuasan Kerja Usaha Supermarket Sakinah Surabaya. Iqtishadia Jurnal Ekonomi & Perbankan Syariah, 28-41. https://doi.org/10.19105/iqtishadia.v12i1.18916