Universitas Airlangga Official Website

Khofifah Lantik Pengurus IKA UNAIR Jateng, Soroti Pemerataan Layanan Kesehatan

Foto bersama Gubernur Jawa Timur dan jajaran Pengurus Wilayah IKA UNAIR Jawa Tengah usai pelantikan di Semarang, Sabtu (11/4/2026) (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Airlangga (UNAIR), melantik Pengurus Wilayah IKA UNAIR Jawa Tengah pada Sabtu (11/4/2026) di UTC Convention Hotel. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antaralumni dalam mendukung pembangunan nasional, khususnya pada sektor kesehatan.

Mayoritas pengurus yang dilantik berasal dari kalangan tenaga medis, terutama dokter. Kehadiran para profesional kesehatan dalam kepengurusan IKA UNAIR Jawa Tengah menunjukkan besarnya kontribusi alumni dalam penguatan layanan kesehatan di berbagai wilayah Indonesia. Selain menjadi wadah silaturahmi, organisasi alumni harapannya mampu menghadirkan solusi nyata atas berbagai persoalan bangsa.

Dalam sambutannya, Khofifah mendorong para alumni untuk terus mengambil peran strategis dalam menjawab tantangan pemerataan layanan kesehatan berkualitas di Indonesia. Menurutnya, Indonesia membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak. Termasuk perguruan tinggi dan jejaring alumninya. Agar pelayanan kesehatan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara merata.

Ia menilai, perlu adanya terobosan sistem pendidikan kesehatan melalui penguatan pendekatan kedokteran yang terintegrasi dengan sistem layanan kesehatan nasional. Dengan demikian, lulusan tenaga medis tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan.

“Pendidikan kesehatan di Indonesia berawal dari model hospital based, kemudian berkembang menjadi university based. Saat ini pemerintah melalui Kementerian Kesehatan berupaya menambah formula hospital based tanpa mengurangi porsi university based,” ujarnya.

Khofifah juga menyoroti kebutuhan tenaga dokter spesialis yang hingga kini masih belum merata, terutama di wilayah 4T (terdepan, terluar, tertinggal, dan transmigrasi). Menurutnya, daerah-daerah tersebut masih menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas.

Ia menjelaskan bahwa distribusi dokter spesialis menjadi salah satu indikator penting dalam peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Kehadiran tenaga kesehatan yang kompeten di berbagai titik akan sangat berpengaruh terhadap kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.

Lebih lanjut, Khofifah menegaskan bahwa pemerataan layanan kesehatan merupakan bagian penting dalam menjaga ketahanan bangsa. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia tidak hanya bergantung pada pendidikan, tetapi juga layanan kesehatan dan kesejahteraan yang memadai. “Ketika pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan terjaga dengan baik, maka kemiskinan dan pengangguran dapat ditekan,” pungkasnya.

Penulis: Dheva Yudistira Maulana

Editor: Yulia Rohmawati