Ilustrasi AIP (Artikel Ilmiah Populer) (Foto: UNAIR NEWS)

Kinerja Analitik Tes Molekuler Cepat DNA Human Papillomavirus untuk Skrining Kanker Serviks pada Wanita Dewasa di Indonesia: Sebuah Studi Validasi

12 Views•3 minutes read

Kanker serviks masih menjadi penyebab utama kematian akibat kanker pada wanita di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Penyakit ini erat kaitannya dengan infeksi persisten Human Papillomavirus (HPV) risiko tinggi, terutama tipe 16 dan 18. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mencanangkan target eliminasi kanker serviks pada tahun 2030, dengan salah satu pilar utamanya adalah skrining pada 70% wanita usia 35 dan 45 tahun menggunakan tes berkinerja tinggi. Sejalan dengan itu, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Rencana Nasional Eliminasi Kanker Serviks (2023-2030) menargetkan skrining pada 75% wanita usia 30-65 tahun dengan tes DNA HPV.

Sebagai respons terhadap kebutuhan tersebut, sebuah studi validasi dilakukan untuk mengevaluasi kinerja analitik sebuah tes molekuler cepat berbasis Polymerase Chain Reaction (PCR) buatan Indonesia, yaitu InaHPV (Esora, Indonesia), yang mampu mendeteksi 15 subtipe HPV risiko tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja tes cepat tersebut dengan tes DNA HPV standar yang telah mapan, CerviScan (Bio Farma, Indonesia), yang juga menggunakan metode PCR.

Studi potong lintang ini melibatkan 61 wanita berusia 30-65 tahun yang terbagi dalam dua kelompok: 30 wanita dengan diagnosis kanker serviks yang dikonfirmasi melalui biopsi, dan 31 wanita dengan hasil Pap smear normal sebagai kelompok kontrol. Spesimen swab serviks diambil oleh tenaga kesehatan terlatih dan kemudian diperiksa menggunakan kedua metode tes DNA HPV tersebut. Kinerja InaHPV dievaluasi dengan menghitung sensitivitas, spesifisitas, nilai prediksi positif (PPV), nilai prediksi negatif (NPV), dan akurasi, menggunakan CerviScan sebagai pembanding. Tingkat kesesuaian antar kedua metode diukur dengan koefisien kappa.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa InaHPV mendeteksi DNA HPV pada 44,3% dari seluruh sampel, sementara CerviScan pada 47,5%. Analisis statistik mengungkapkan tingkat kesesuaian yang sangat kuat antara kedua metode tersebut, dengan nilai koefisien kappa sebesar 0,868. Hal ini mengindikasikan bahwa hasil pengujian dari kedua alat tersebut konsisten satu sama lain. Secara lebih rinci, kinerja analitik InaHPV dalam mendeteksi DNA HPV menunjukkan sensitivitas sebesar 89,6%, spesifisitas 96,8%, PPV 96,2%, NPV 91,2%, dan akurasi total 93,4% jika dibandingkan dengan CerviScan.

Temuan penting lainnya adalah adanya korelasi yang signifikan antara hasil positif DNA HPV dengan adanya kelainan serviks. Wanita dengan hasil tes HPV positif memiliki kemungkinan 46,4 kali lebih besar untuk terdiagnosis kanker serviks dibandingkan dengan mereka yang hasil tesnya negatif. Meskipun demikian, studi ini juga menemukan bahwa 20% wanita dengan kanker serviks memiliki hasil tes HPV negatif, dan sebaliknya, 9,7% wanita dengan serviks normal menunjukkan hasil positif. Hal ini menyoroti kompleksitas perjalanan alamiah infeksi HPV dan perkembangan penyakit. Genotipe HPV yang paling umum terdeteksi pada penelitian ini adalah HPV 16 dan 18, masing-masing ditemukan pada 33,3% sampel positif.

Sebagai kesimpulan, tes molekuler cepat InaHPV terbukti memiliki kinerja analitik yang sebanding dengan tes DNA HPV standar CerviScan dalam mendeteksi HPV risiko tinggi pada wanita Indonesia. Tes ini menawarkan beberapa keunggulan praktis, seperti waktu pemrosesan yang lebih cepat (sekitar satu jam), prosedur yang lebih sederhana tanpa memerlukan ekstraksi DNA manual, serta kemampuan untuk pengujian individual. Karakteristik ini menjadikan InaHPV sebagai alternatif yang menjanjikan dan sesuai untuk implementasi skrining kanker serviks di berbagai fasilitas layanan kesehatan, termasuk di daerah dengan sumber daya terbatas. Studi lebih lanjut dengan jumlah sampel yang lebih besar dan mencakup wanita dengan lesi prakanker (CIN) tetap diperlukan untuk mengonfirmasi efektivitas klinisnya secara lebih komprehensif.

Penulis: Puspa Wardhani

Detail tulisan ini dapat diakses pada: https://www.jogcr.com/article_733746_8d54afec80c190a43e9340076ca6ea72.pdf

Accessibility ✕
Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia English English
Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top