Universitas Airlangga Official Website

Kombinasi Olahraga dan Puasa Memperbaiki Tubuh Perempuan Obesitas

Ilustrasi oleh Halodoc
Ilustrasi Obesitas (sumber: Halodoc)

Prevalensi obesitas di dunia pada tahun 2025 diperkirakan menyentuh angka 1 miliar dan sekitar 2,8 juta orang meninggal akibat obesitas. Prevalensi tersebut meningkat tajam antara tahun 1980 dan 2019. Hal ini terjadi di negara maju dan berkembang, seperti Indonesia. Saat ini perempuan mendominasi jumlah penderita obesitas. Sehingga upaya pencegahan dan penanganan obesitas pada negara berkembang akan memiliki dampak yang signifikan pada populasi obesitas dunia.

Obesitas terbukti menjadi penyebab berbagai penyakit kronis. Seperti diabetes mellitus tipe II, kanker, penyakit par-paru obstruktif dan penyakit kardiovaskular yang meningkatkan risiko kematian dini. Mengubah gaya hidup melalui pola makan dan latihan adalah cara terbaik untuk menanggulangi peningkatan kejadian obesitas. Restriksi kalori dan latihan telah terbukti menurunkan berat badan, memperbaiki komposisi tubuh dan menurunkan faktor risiko terhadap penyakit-penyakit terkait obesitas dan kematian.

Intermitten fasting (IF) merupakan salah satu bentuk dari restriksi kalori yang memiliki beberapa jenis, salah satunya time restricted feeding (TRF). Ternyata, efek positif TRF dapat lebih signifikan bila diimbangi dengan latihan. Latihan berpotensi mecegah obesitas dengan meningkatkan pengeluaran energi akibat berkurangnya jaringan adiposa dan perbaikan komposisi tubuh. Latihan berpotensi mengurangi dampak akibat obesitas, meskipun tanpa adanya penurunan berat badan. Melakukan TRF dan latihan secara bersamaan merupakan strategi diet yang efektif dalam mengurangi fat mass (FM) dan meningkatkan fat free mass (FFM) pada individu obesitas dibandingkan TRF saja tanpa kombinasi latihan pada hewan coba.

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan efek kombinasi TRF dan latihan aerobik intensitas sedang terhadap peningkatan kadar myokines dan perbaikan komposisi tubuh pada perempuan obesitas. Sebanyak 28 perempuan obesitas usia 20-30 tahun dilibatkan dalam penelitian dan diberi intervensi time restricted-feeding (TRG), serta time restricted-feeding and exercise (TREXG) selama 2 minggu. ELISA digunakan untuk mengukur kadar PGC-1α dan irisin pada seluruh sampel, sedangkan TANITA DC-360 digunakan untuk mengukur komposisi tubuh pada ketiga kelompok TRG, TREXG, dan kelompok kontrol (CG).

Temuan utama penelitian ini adalah adanya peningkatan kadar myokines, yakni kadar PGC-1α dan irisin pada time restricted-feeding and exercise group dibandingkan time restricted-feeding group dan kelompok control. Time restricted-feeding and exercise group juga ditemukan lebih efektif dalam memperbaiki komposisi tubuh dibandingkan kedua kelompok lainnya pada Perempuan obesitas. Karena itu, time restricted-feeding and exercise group dapat direkomendasikan sebagai alternatif pilihan terapi yang aman dan terjangkau untuk mengatasi masalah obesitas.

Penulis: Dr. Purwo Sri Rejeki, dr., M.Kes.

Artikel lengkap bisa dilihat di https://recyt.fecyt.es/index.php/retos/article/view/102429

DOI: https://doi.org/10.47197/retos.v53.102429

Baca juga: Efek Kegiatan Olahraga pada Peradangan Obesitas