Universitas Airlangga Official Website

Komunitas Prestasi FST Bagikan Seni Kepemimpinan dan Menulis dalam Temu Ilmiah

UNAIR NEWS – Komunitas Prestasi (Kompres) Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar kegiatan Temu Ilmiah #02 bertajuk The Authoritative Leader: Building Leadership Skills Through Writing pada Minggu (15/10/2023). Agenda tersebut berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting.

Temu Ilmiah tersebut memberikan wawasan dan pengetahuan kepemimpinan melalui menulis kepada mahasiswa. Kepenulisan merupakan salah satu skill yang dapat mendukung kepemimpinan sehingga menjadi lebih sinergis dan konstruktif. 

Rahardhian Putra Pramana selaku pemateri, memaparkan penjelasan yang sangat menarik tentang korelasi peran penulis dan pemimpin. Menurutnya, salah satu faktor kunci yang sangat penting adalah kapabilitas yang penulis miliki. Pemimpin memerlukan kapabilitas yang kuat dan penulis yang memiliki kemampuan ini berpotensi besar untuk mengemban peran kepemimpinan dengan baik. 

“Pemimpin bukanlah orang yang harus bisa melakukan apa-apa, melainkan harus berkompeten dalam mengolaborasikan sumber daya secara optimal. Dengan demikian, mampu untuk mencapai tujuan bersama,” tutur Rahardhian.

Esensi Kepemimpinan dalam Menulis

Dalam dunia kepemimpinan, terdapat berbagai jenis pendekatan yang dapat diterapkan, seperti kepemimpinan demokratis, kepemimpinan otoriter, dan kepemimpinan transaksional. Kepemimpinan demokratis memberikan ruang bagi setiap anggota kelompok untuk berbicara dan menyampaikan pendapat mereka, yang seringkali membuat anggota merasa lebih dihargai dan terlibat.

Di sisi lain, kepemimpinan otoriter menempatkan seorang pemimpin yang memiliki otoritas mutlak dan mengendalikan semua aspek dalam kelompok, seringkali dengan cara yang dominan dan keras.

“Sementara itu, kepemimpinan transaksional biasanya akan menerapkan sistem reward kepada anggotanya atas pencapaian tertentu. Pemimpin jenis ini bersifat rasional dan dapat mengira hasil akhir dan paham bagaimana cara menghargai anggotanya. Namun, penerapan kepemimpinan transaksional masih jarang,” jelasnya.

Pada akhir acara, ia membagikan beberapa langkah untuk menjadi pemimpin melalui menulis. Cari masalah yang terjadi khususnya di Indonesia, eksplor permasalahan yang dapat diselesaikan. Riset celah dan buktikan bahwa dapat menyelesaikan masalah. Tulisan harus realistis dan rasional. Realistis dapat menjadi kunci jawaban. Optimalkan relasi yang dapat melindungi tulisan supaya tidak para elite jatuhkan.

Bagikan Kunci

Rahardhian membagikan beberapa langkah kunci untuk menjadi pemimpin melalui menulis. Pertama, mencari permasalahan, terutama yang relevan dengan kondisi di Indonesia. Kemudian, mendalami permasalahan yang memiliki potensi solusi. Langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi celah dalam pemecahan masalah tersebut dan membuktikan kemampuan untuk mengatasinya.

Penting pula untuk menjaga tulisan tetap realistis dan rasional, karena realisme seringkali menjadi kunci kesuksesan. Terakhir, optimalisasi hubungan yang dapat melindungi tulisan dari potensi gangguan atau kritik negatif, terutama dari kalangan elit. Ini merupakan langkah yang tak boleh diabaikan. 

Penulis: Maissy Ar Maghfiroh

Editor: Binti Q. Masruroh