Zaman sekarang, media sosial telah menjadi kekuatan besar yang memengaruhi banyak aspek kehidupan. Dalam dunia di mana ponsel pintar dan internet mendominasi, platform-platform ini tidak hanya memengaruhi cara berinteraksi, tetapi juga mempengaruhi bagaimana memandang diri sendiri dan dunia di sekitar. Dari keuntungan konektivitas tanpa batas hingga integrasi yang tak terduga dalam kehidupan sehari-hari, media sosial telah memperluas pengaruhnya ke segala aspek, termasuk perilaku, kesehatan mental, dan bahkan rutinitas tidur.
Meski media sosial memberikan kemudahan yang tidak terbantahkan, namun timbul kekhawatiran akan dampak negatifnya. Perbandingan sosial di media sosial sering kali berdampak buruk pada kesehatan mental, menciptakan perasaan cemas, depresi, dan rendah diri yang mengganggu. Tidak hanya itu, kecanduan media sosial juga terkait dengan penurunan produktivitas dan gangguan pada keterlibatan sosial.
Facebook® dan Instagram® menjadi tokoh utama di dunia media sosial. Dua platform ini memfasilitasi berbagai bentuk komunikasi, mulai dari teks, video, hingga foto. Instagram®, khususnya, tidak hanya memungkinkan pengguna untuk berbagi foto dan video, tetapi juga menekankan pada konten visual yang menarik. Dengan fitur-fitur seperti cerita dan video langsung, Instagram® berhasil mendapatkan perhatian lebih dari 1,47 miliar pengguna aktif bulanan pada tahun 2022.
Pandemi COVID-19 telah memicu perubahan besar dalam dunia teknologi digital, khususnya media sosial. Penggunaan Instagram® melonjak tajam selama krisis ini, mencapai 1,2 miliar pengguna aktif bulanan di tahun 2019. Semua ini menandai ketergantungan global yang semakin besar pada media digital untuk segala hal, mulai dari komunikasi hingga pekerjaan, akibat adanya lockdown dan kebijakan isolasi sosial.
Tidak hanya masyarakat umum, tapi juga siswa dan profesional di sektor kedokteran gigi telah melompat ke dalam dunia media sosial digital. Sebuah studi menunjukkan bahwa hingga 98% siswa kedokteran gigi dan 75% profesionalnya menggunakan media sosial untuk tujuan pribadi maupun profesional. Mereka tidak hanya menjalin jaringan dengan kolega mereka, tetapi juga terus memperbarui pengetahuan tentang berita terbaru di industri mereka.
Namun, di tengah semua perkembangan ini, penelitian khusus tentang bagaimana para profesional kedokteran gigi menggunakan Instagram dan bagaimana itu mempengaruhi kehidupan sehari-hari mereka masih jarang dilakukan. Inilah yang mendasari tujuan studi ini, untuk memahami dampak Instagram® terhadap kehidupan para profesional kedokteran gigi serta bagaimana hal itu mempengaruhi kemampuan mereka belajar dan berfungsi secara efektif.
Penulis: Dr. Dian Agustin Wahjuningrum, drg., Sp.KG(K)
Informasi lebih detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:





