Universitas Airlangga Official Website

Kopi Robusta, Bukan Hanya Minuman, Tapi Berpotensi Jadi Pendukung Terapi Infeksi Implan Gigi

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Perkembangan kedokteran gigi modern telah membawa implant gigi menjadi salah satu solusi terbaik untuk menggantikan gigi yang hilang. Namun, keberhasilan implant tidak hanya bergantung pada teknik pemasangan, tetapi juga pada kondisi jaringan sekitar implant. Salah satu komplikasi yang cukup sering terjadi adalah peri-implantitis, yaitu peradangan jaringan lunak dan keras di sekitar implant akibat infeksi bakteri. Kondisi ini dapat menyebabkan kehilangan tulang dan bahkan kegagalan implant jika tidak ditangani dengan baik. Infeksi bakteri, terutama bakteri anaerob gram negatif seperti Porphyromonas gingivalis, merupakan penyebab utama terjadinya peri-implantitis.

Menariknya, penelitian terbaru menunjukkan bahwa bahan alami dapat menjadi alternatif pendukung terapi untuk mengatasi infeksi tersebut. Salah satu kandidat yang sedang diteliti adalah ekstrak biji kopi robusta (Coffea canephora). Indonesia sebagai salah satu penghasil kopi robusta terbesar di Asia Tenggara memiliki potensi besar dalam pemanfaatan kopi tidak hanya sebagai minuman, tetapi juga sebagai bahan bioaktif untuk kesehatan. Ekstrak kopi robusta diketahui mengandung berbagai senyawa aktif seperti polifenol, flavonoid, tanin, kafein, alkaloid, dan asam klorogenat yang memiliki aktivitas antibakteri dan antioksidan.

Penelitian ini menggunakan ekstrak kopi robusta dalam bentuk gel dan mengevaluasi potensi antibakterinya terhadap bakteri penyebab peri-implantitis. Selain itu, penelitian juga mengevaluasi aktivitas antioksidan, antiinflamasi, serta keamanan toksisitas ekstrak tersebut. Metode yang digunakan cukup komprehensif, mulai dari uji fitokimia, uji aktivitas antioksidan, uji antibakteri (MIC dan MBC), hingga analisis in silico menggunakan molecular docking untuk melihat potensi interaksi senyawa aktif dengan target protein inflamasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kopi robusta mengandung flavonoid, alkaloid, dan tanin yang berperan dalam aktivitas antibakteri. Selain itu, kandungan polifenol juga terdeteksi dalam jumlah signifikan. Aktivitas antioksidan ekstrak kopi robusta bahkan menunjukkan potensi yang kuat, ditunjukkan oleh nilai IC50 yang rendah. Hal ini penting karena stres oksidatif berperan dalam proses inflamasi kronis pada peri-implantitis.

Pada uji antibakteri, ekstrak kopi robusta menunjukkan kemampuan menghambat pertumbuhan Porphyromonas gingivalis terutama pada konsentrasi 25% atau lebih. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak kopi robusta berpotensi digunakan sebagai agen antibakteri alami dalam pengelolaan infeksi peri-implant. Selain itu, studi molecular docking menunjukkan bahwa asam klorogenat sebagai salah satu komponen utama kopi robusta memiliki potensi menghambat enzim COX-2 yang berperan dalam proses inflamasi.

Dari sisi keamanan, penelitian juga melakukan uji toksisitas menggunakan metode BSLT. Hasilnya menunjukkan bahwa ekstrak kopi robusta tidak memiliki potensi toksisitas akut, sehingga relatif aman terhadap lingkungan dan memiliki peluang untuk dikembangkan lebih lanjut dalam aplikasi medis.

Temuan ini sangat menarik karena membuka peluang penggunaan bahan herbal lokal sebagai terapi pendukung dalam kedokteran gigi modern. Selain mengurangi ketergantungan terhadap antibiotik sintetis, penggunaan bahan alami juga dapat membantu menekan risiko resistensi antibiotik. Namun, penelitian ini masih berada pada tahap laboratorium dan in silico. Penelitian lanjutan, terutama in vivo dan uji klinis pada manusia, masih diperlukan untuk memastikan efektivitas dan keamanan penggunaan ekstrak kopi robusta dalam praktik klinis.

Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa kopi robusta memiliki potensi besar sebagai bahan terapi pendukung dalam pengelolaan peri-implantitis. Jika penelitian lanjutan berhasil, bukan tidak mungkin di masa depan kopi tidak hanya dinikmati sebagai minuman, tetapi juga menjadi bagian dari inovasi biomaterial dan terapi herbal dalam kedokteran gigi modern.

Penulis: Ratri Maya Sitalaksmi, drg., M.Kes., Ph.D., Sp.Pros(K)

Informasi detail dari penelitian ini dapat dilihat di :

https://scholar.unair.ac.id/en/publications/potential-of-robusta-coffee-bean-extract-as-an-alternative-therap/fingerprints

DOI :  10.15562/jdmfs.v10i3.1895

Muhammad DA. Putra, Putri N. Zahrani, Sherly G. Pang, Fahmida A. Hapsari, Ratri M. Sitalaksmi, Karina Mundiratri, Abil Kurdi, Tengku NEBTA. Noor

Potential of robusta coffee bean extract as an alternative therapeutic support in the management of peri-implantitis

Journal of Dentomaxillofacial Science (J Dentomaxillofac Sci ) August 2025, Volume 10, Number 3: 102-107