Minat pecinta hewan eksotis untuk memelihara kura-kura semakin meningkat di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Namun kecenderungan tersebut tidak lepas dari potensi munculnya berbagai masalah kesehatan pada kura-kura darat. Salah satu masalah yang sering menyerang kura-kura darat adalah penyakit tulang metabolik. Penyakit tulang metabolik (MBD) adalah salah satunya gangguan metabolisme yang biasa terlihat di penangkaran reptil, khususnya di Chelonia (kura-kura dan terrapin) dan kadal, terkadang pada ular.
Dalam kedokteran hewan, MBD mengacu pada sekelompok kondisi patologis yang mempengaruhi integritas dan fungsi dari banyak tulang. Mereka paling umum disebabkan oleh faktor genetik, diet, dan atau hormonal gangguan yang berdampak pada pertumbuhan dan remodeling tulang, biasanya melalui perubahan metabolism kalsium atau fosfor. MBD secara tradisional dibagi ke dalam fibrous osteodystrophy, osteoporosis, dan rakhitis/osteomalasia; Namun, banyak kasus sulit untuk secara khusus mengklasifikasikan, terutama yang disebabkan oleh kekurangan nutrisi, karena multiple kondisi dapat hidup berdampingan.
Oleh karena itu, kasus dilaporkan dalam literatur harus diteliti dengan cermat, dan konfirmasi dengan evaluasi histopatologis harus dianggap lebih definitif. Tujuan dari artikel adalah untuk melaporkan terjadinya dugaan MBD pada kura-kura kaki merah (C. carbonaria) dan menggambarkan temuan histopatologis di beberapa organ yang terkait dengan penyakit ini. Artikel ini juga mencoba menggambarkan hubungan antara dugaan MBD dengan perubahan histopatologi yang terjadi pada beberapa organ yang diamati.
Penulis: Hani Plumeriastuti
Berikut adalah Ringkasan Artikel kami yang telah terbit di Pharmacognosy Journal, Vol 14, Issue 6 (Suppl), Nov-Dec, 2022, dengan judul: Histopathological Perspectives of Multiple Organs in a Red-Footed Tortoise (Chelonoidis carbonaria) with Suspected Metabolic Bone Disease: A Case Report





