Universitas Airlangga Official Website

Latihan Kombinasi Intensitas untuk Meminimalisasi Efek Obesitas

wanita obesitas
Ilustrasi wanita obesitas (sumber: Klikdokter)

Saat ini prevalensi obesitas (kegemukan) terus meningkat dan mencapai tahap yang mengkhawatirkan. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), jumlah orang yang gemuk secara global telah melampaui satu miliar. Termasuk 650 juta orang dewasa, 340 juta remaja, dan 39 juta anak-anak. Berdasarkan jenis kelamin, proporsi obesitas pada perempuan lebih tinggi (32,9%) daripada laki-laki (19,7%). Angka obesitas yang tinggi ini dapat menjadi prediktor beberapa penyakit dan berpotensi meningkatkan kejadian sindrom metabolik.

Sindrom metabolik terdiri dari tiga dari lima kondisi berisiko tinggi (hipertensi, penurunan kadar HDL, peningkatan kadar trigliserida, obesitas, dan resistensi insulin) yang dapat menyebabkan komplikasi, kecacatan, dan kematian dini. Obesitas tidak lagi sebatas masalah kesehatan saja. Namun juga menjadi ancaman di bidang ekonomi, sosial, budaya bahkan pembangunan sumber daya manusia di masa depan. Untuk itu butuh penanganan yang lebih komprehensif untuk mengatasi hal tersebut.

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh perbedaan intensitas latihan kombinasi ketahanan aerobik terhadap peningkatan kadar irisin dan IL-6 pada wanita obesitas. Irisin merupakan prediktor metabolisme sedangkan IL-6 merupakan mediator yang berperan dalam status inflamasi. Subjek penelitian ini adalah 32 wanita obes; terbagi menjadi kelompok kontrol (Q1), diberikan intervensi latihan kombinasi intensitas rendah (Q2), latihan kombinasi intensitas sedang (Q3), dan latihan kombinasi intensitas tinggi (Q4).

ELISA berguna untuk mengukur kadar irisin dan IL-6 sebelum dan sesudah intervensi. Analisis statistik menggunakan one way ANOVA dan uji post hoc Turkey’s-Honest Significant Difference (HSD). Hasil: Rerata kadar Δ IL-6 pada kelompok kontrol (Q1), Q2, Q3, dan Q4 adalah 0,27 ± 2,54, 2,07 ± 2,55, 5,99 ± 6,25, dan 7,98 ± 2,82 pg/mL dengan (p=0,015). Rerata kadar irisin adalah 0,06 ± 0,81ng/mL pada Q1, 0,59 ± 0,67ng/mL pada Q2, 1,99 ± 1,65 ng/mL pada Q3, 4,63 ± 3,57 ng/mL pada Q4 dengan (p=0,001).

Dari hasil penelitian ini terbukti bahwa ketiga jenis kombinasi intensitas latihan meningkatkan kadar miokin, seperti irisin dan IL-6. Namun, kombinasi latihan intensitas tinggi memberikan peningkatan paling optimal pada tingkat miokin pada wanita obesitas. Penelitian di masa depan diperlukan untuk merancang program olahraga jangka panjang khusus untuk remaja putri obesitas dengan menggunakan temuan dari penelitian ini.

Penulis: Dr Purwo Sri Rejeki, dr, MKes

Artikel lengkap bisa dibaca dan disitasi di: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/38482824/#:~:text=Conclusions%3A%20This%20study%20proved%20that,myokine%20levels%20in%20obese%20women.

DOI: 10.1515/jbcpp-2023-0150

Baca juga: Kombinasi Olahraga dan Puasa Memperbaiki Tubuh Perempuan Obesitas