Universitas Airlangga Official Website

Lebih Baik PCI pada Satu Pembuluh atau Keseluruhan?

Ilustrasi oleh portalsurabaya.pikiran-rakyat.com

Pasien dengan sindrom koroner akut non-ST elevasi (NSTE-ACS) sering kali memiliki penyakit jantung koroner multipembuluh (Multivessel Disease). Namun, strategi terbaik untuk melakukan tindakan intervensi koroner perkutan (PCI) masih diperdebatkan: cukup pada pembuluh penyebab (kulprit/culprit only), atau harus menyeluruh ke semua pembuluh yang terdampak?

Sebuah studi meta-analisis terbaru oleh Oktaviono dkk. menganalisis 26 penelitian melibatkan lebih dari 222.000 pasien NSTE-ACS. Hasilnya, PCI hanya pada pembuluh kulprit meningkatkan risiko serangan jantung ulang dan kebutuhan tindakan ulang dibandingkan PCI menyeluruh.

Bahkan, tindakan hanya pada pembuluh kulprit berisiko dua kali lipat mengalami penyempitan ulang di lokasi berbeda. Sementara itu, strategi PCI multipembuluh dalam satu tahap menunjukkan tingkat kematian yang lebih rendah dibanding strategi bertahap.

Kesimpulannya, PCI multipembuluh satu tahap lebih disarankan karena menurunkan risiko komplikasi, serangan jantung ulang, dan kebutuhan re-intervensi. Studi ini menjadi bukti penting dalam menentukan tata laksana optimal bagi pasien dengan MVD NSTE-ACS, sekaligus membuka jalan bagi penelitian lanjutan yang lebih mendalam.

Penulis : Faisal Yusuf Ashari, dr., M.Sc.

Jurnal dapat diakses pada https://journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0310695