UNAIR NEWS – Guru Besar UNAIR yang sekaligus menjabat sebagai Wakil Presiden Council of Asian Science Editors (CASE), Prof Ferry Efendi SKep Ns MSc PhD sukses memimpin gelaran The CASE Webinar 2026 bertajuk “Journal Publishing Models for the Future” yang berlangsung pada Jumat (23/10/2026).
Di tengah era kecerdasan artifisial (AI) dan pesatnya arus Open Science, Prof Ferry memegang peran sentral sebagai pemandu diskusi lintas negara yang menghadirkan para pakar publikasi dan pengelola jurnal dari Korea Selatan hingga Jepang. Forum internasional ini berhasil menyedot perhatian lebih dari 230 peserta dari sepuluh negara. Mayoritas 60 persen di antaranya merupakan pengelola jurnal, peneliti, dan akademisi asal Indonesia.
Jembatani Transformasi Publikasi Digital di Asia
Sebagai figur pimpinan di CASE, Prof Ferry tidak hanya mengawal jalannya webinar yang menghadirkan Dr Tae-Sul Seo (Korea Selatan), Tomoko Yamanojo-Childress (Taylor & Francis Japan), dan Prof Han Woo Park (Yeungnam University). Ia juga menjembatani isu-isu krusial terkait arah baru ekosistem riset dunia.
Salah satu poin terpenting yang ditekankan oleh Prof Ferry dalam forum tersebut adalah pentingnya menjaga benteng etik dan penilaian manusia di tengah gelombang digitalisasi. Ia menegaskan bahwa sehebat apa pun kecerdasan buatan, esensi dari sebuah publikasi ilmiah tetap berada pada integritas akademik para pengelolanya.
“Masa depan publikasi jurnal akan semakin terbuka dan digital. Namun, kualitas, integritas, dan penilaian manusia tetap menjadi inti kerja editor, reviewer, dan penulis,” tegas Prof Ferry.
Pernyataan tersebut menjadi landasan penting bagi para editor jurnal, khususnya di negara-negara berkembang, agar tidak hanya silau oleh kecanggihan teknologi. Melainkan tetap mengedepankan verifikasi dan validasi ilmiah yang ketat.
Jurnal Indonesia Naik Kelas
Prof Ferry menilai, tingginya antusiasme peserta dari Indonesia dalam forum ini sebagai sinyal positif. Hal tersebut menunjukkan besarnya komitmen para pengelola jurnal tanah air untuk terus beradaptasi dengan standar global.
“Dengan banyak peserta yang dari Indonesia, menunjukkan bahwa para kontributor jurnal di Indonesia sudah mulai paham akan pentingnya jurnal bagi masa depan,” tambahnya
Melalui kiprah aktifnya di organisasi internasional seperti CASE, Prof Ferry berharap dapat terus membawa nama UNAIR sekaligus memfasilitasi jurnal-jurnal di Indonesia agar mampu mentransformasi diri secara bertanggung jawab. Baginya, forum internasional harus menjadi ruang belajar bersama untuk memperkuat kapasitas editor lokal, sehingga mampu bersaing dan diakui di tingkat dunia.
Penulis: Fauziah Laili Romadhon
Editor: Yulia Rohmawati
