Dua mahasiswa FEB UNAIR, Nurul Alfiandy (kiri) dan Adi Nugroho (kanan), menunjukkan simbolis hadiah dan sertifikat Juara 1 Lomba Investasi Gebyar Ekonomi Diponegoro (GED) 2026 usai babak final di Semarang, Sabtu (24/10/2026). (Foto: Dok. Istimewa)

Unggul lewat Analisis Risiko, Tim FEB UNAIR Sabet Juara I Lomba Investasi GED

149 Views•2 minutes read

UNAIR NEWS – Di tengah tingginya volatilitas pasar saham nasional, tim The Chosen One dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (UNAIR) justru berhasil membuktikan keunggulan strategi investasinya dengan memboyong piala juara satu dalam Lomba Investasi Gebyar Ekonomi Diponegoro (GED) 2026 yang diselenggarakan oleh BEM Universitas Diponegoro.Kemenangan membanggakan yang diraih oleh Nurul Alfiandy dan Adi Nugroho mahasiswa S1 Manajemen tersebut dipastikan, usai mengungguli 62 tim dari berbagai perguruan tinggi se Indonesia pada babak final di Gedung Gradhika Bhakti Praja, DPRD Provinsi Jawa Tengah, Sabtu (24/10/2026).

Ajang berskala nasional itu menguji keahlian peserta melalui tiga tahapan seleksi, dimulai dari Virtual Trading Challenge pada 11–24 September 2026. Kemudian dilanjutkan penyusunan Equity Research Paper pada 1–10 Oktober 2026, hingga babak presentasi final.

Mengenai strategi peran, Alfiandy menjelaskan bahwa dirinya dan Adi berbagi fokus secara terukur untuk memaksimalkan hasil analisis. “Saya berfokus pada eksekusi Virtual Trading Challenge pada babak penyisihan serta memegang porsi Top-Down Analysis. Sementara Adi berfokus pada Bottom-Up Analysis terhadap emiten Energi Baru dan Terbarukan yang masuk dalam indeks LQ45,” jelas Alfiandy.

Nilai unggul dari karya mereka terletak pada kedalaman tesis investasi dan penekanan peta mitigasi risiko. Tim memaparkan unsystematic risk dari kendala operasional bisnis perusahaan serta systematic risk dari kondisi makroekonomi secara komprehensif.

“Analisis risiko dalam tesis investasi yang kami susun menjadi poin terkuat. Di samping memaparkan potential reward, kami juga menitikberatkan berbagai skenario risiko yang mungkin terjadi, lalu mengerucutkannya pada langkah konkret untuk memitigasi kerugian investasi,” terang Alfiandy.

Perjalanan menuju gelar juara tidak lepas dari dinamika pasar saham nasional yang sangat volatil pada babak Virtual Trading. Tantangan perubahan sentimen makroekonomi secara mendadak menuntut tim merespons strategi dengan cepat.

“Pasar saham nasional yang sangat volatil menjadi tantangan terberat kami untuk menyesuaikan strategi secara cepat. Kami beradaptasi dengan fokus pada hal yang bisa dikontrol. Yaitu memprioritaskan manajemen risiko alih-alih sekadar mengejar target Return On Investment (ROI),” jelas Adi.

Mengenai persiapan dan harapan ke depan, Adi mengungkapkan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari penerapan prinsip continuous improvement sejak akhir 2025 dengan dukungan penuh dosen FEB UNAIR serta para mentor. “Kami selalu berusaha agar setiap proses dalam berkompetisi ini bermanfaat untuk mengasah hard skills dan soft skills kami dalam menghadapi dunia kerja. Terlebih, relasi yang terbangun dari kompetisi ini sangat berharga untuk jejaring karier profesional kami ke depan,” pungkas Adi.

Penulis: M Yasir Dharmawan Diniy

Editor: Khefti Al Mawalia

Accessibility ✕
Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia English English
Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top