Foto Theresia Andryani Ekaristi Sigalingging yang meraih juara 1 cipta puisi tingkat Internasional. (Foto: Istimewa)

Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia UNAIR Raih Juara I Cipta Puisi Internasional

69 Views•2 minutes read

UNAIR NEWS – Theresia Andryani Ekaristi Sigalingging, mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia (Basasindo) Universitas Airlangga (UNAIR), meraih Juara 1 Lomba Cipta Puisi Tingkat Internasional dalam PBS XIV DIAKARADIKSA 2026. Himpunan Mahasiswa (HIMA) Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Sebelas Maret mengumumkan para pemenang kompetisi tersebut pada 15 Oktober 2026. 

Theresia mengikutsertakan puisi berjudul Mendaratlah Kelak yang mengangkat kisah manusia dalam pencarian kebebasan. Menariknya, ia menyelesaikan puisi tersebut dalam waktu kurang dari satu hari, di tengah kesibukan perkuliahan.

Ketertarikan Theresia terhadap puisi bermula saat kelas XII SMA. Kala itu, ia menggantikan seorang teman yang mengundurkan diri dari lomba puisi sehari sebelum kompetisi. Pengalaman tersebut justru membuka jalan bagi Theresia untuk mengenal potensinya dalam penulisan puisi.

“Dari itu aku jadi termotivasi buat ikut puisi sampai sekarang. Nah, ini jadi awal mula aku termotivasi mengikuti lomba puisi lagi setelah beberapa tahun aku tidak mengikuti lomba puisi,” tuturnya.

Puisi Mendaratlah Kelak terinspirasi oleh legenda bajak laut dari Belanda yang ia pelajari saat mempelajari bahasa Belanda. Melalui kisah tersebut, Theresia menggambarkan pergulatan manusia dalam mencari kebebasan, menghadapi aturan, serta menerima keterbatasan diri.

Dalam proses kreatifnya, Theresia terlebih dahulu menyusun alur cerita, kemudian merangkumnya melalui pemilihan diksi dan tipografi puisi. Ia juga mengandalkan pengalaman indrawi untuk membangun gambaran yang kuat bagi pembaca.

“Aku menulis apa yang bisa aku lihat, apa yang bisa aku dengar, apa yang bisa aku rasakan. Nah itu yang aku jadikan bahasa-bahasa dalam puisiku,” jelasnya.

Prestasi sebagai Awal Perjalanan

Sebanyak 87 peserta mengikuti kompetisi tersebut. Panitia melakukan seleksi administrasi sebelum melanjutkan 67 peserta untuk tahap penilaian. Tanpa babak finalis, penyelenggara langsung menetapkan para pemenang berdasarkan hasil penilaian.

Bagi Theresia, prestasi ini menjadi dorongan untuk kembali aktif menciptakan puisi, sekaligus menerapkan pembelajaran sastra selama kuliah. Ia berharap pencapaian tersebut menjadi awal perjalanan yang lebih panjang dalam dunia kepenulisan.

Theresia juga mengajak mahasiswa agar tidak takut mencoba kompetisi, meskipun belum yakin akan meraih kemenangan. “Coba dulu aja, jadi kita ga bakal tahu apakah kita berhasil atau gagal kalau kita ga mencoba. Antara berhasil atau gagal itu sama-sama proses untuk menjadi lebih baik lagi,” pesannya.

Penulis: Ainnur Ayu Nanda Agustin

Editor: Khefti Al Mawalia

Accessibility ✕
Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia English English
Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top