Universitas Airlangga Official Website

Mahasiswa Berkembang, Apa Saja Yang Harus Diperhatikan?

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Penelitian ini berangkat dari pengalaman yang dirasakan oleh 14 mahasiswa berprestasi, dan responden  berusia antara 18 tahun sampai 24 tahun. Mahasiswa berprestasi dalam konteks ini adalah mahasiswa tingkat sarjana dengan prestasi yang terdokumentasi, misalnya, penghargaan akademik, pemenang kompetisi, atau kepemimpinan organisasi. Keberhasilan di kalangan mahasiswa tingkat sarjana di Indonesia merupakan kondisi multidimensi yang menghubungkan kesejahteraan emosional, psikologis, dan sosial. Namun, penelitian yang mengeksplorasi bagaimana prestasi mahasiswa berprestasi berhubungan dengan ketahanan, dukungan sosial, dan pemaknaan dalam pengalaman hidup mereka masih belum terpublikasikan dengan baik dan sifatnya masih terbatas.

Penelitian ini mengungkap dimensi keberhasilan dan menyelidiki proses yang membentuk kesejahteraan holistik dan pertumbuhan akademik mahasiswa berprestasi. Setelah melakukan Wawancara semi-terstruktur mengeksplorasi dimensi dan proses keberhasilan mahasiswa, data ditranskripsikan, dikodekan, dianalisis secara tematik, dan diperiksa oleh anggota untuk memastikan kedalaman, akurasi, dan validitas interpretatif. Tiga dimensi muncul yaitu emosi positif, fungsi psikologis adaptif, dan fungsi sosial.  Untuk menjadi  mahasiswa berprestasi, proses berkembangnya melalui sembilan proses yang saling terkait yaitu 1) penetapan tujuan dan perencanaan, 2) pertumbuhan pribadi dan transformasi diri, 3) manajemen waktu dan prioritas, 4) ketahanan dan adaptasi terhadap kegagalan, 5) pengembangan hubungan sosial, 6) refleksi dan pembelajaran berkelanjutan, 7) pembentukan identitas dan makna, 8) kontribusi sosial dan inspirasi, 9) komitmen yang konsisten. Dimana 9 hal tersebut sifatnya  relasional, berulang, dan dikontekstualisasikan secara budaya. Dengan demikian untuk menjadikan mahasiswa berkembang harus menunjukan 9 hal tersebut yang menggambarkan perjalanan sebuah pencapaian, ketahanan dan kontribusi yang terue menerus.

Studi ini menyimpulkan bahwa keberhasilan di kalangan mahasiswa sarjana berprestasi adalah proses dinamis dan multidimensi yang mengintegrasikan emosi positif, fungsi psikologis adaptif, dan hubungan sosial yang mendukung. Keberhasilan ini berkembang melalui ketahanan, refleksi diri, pembentukan identitas, dan komitmen berkelanjutan, yang dibentuk oleh nilai-nilai budaya timbal balik dan komunal. Sembilan proses yang saling terkait yang diidentifikasi dari penetapan tujuan dan perencanaan hingga komitmen dan konsistensi menunjukkan bahwa keberhasilan bersifat relasional dan bergantung pada konteks, bukan keadaan statis. Secara praktis, temuan ini menyoroti pentingnya memasukkan bimbingan, pembangunan ketahanan, dukungan sebaya, dan praktik reflektif ke dalam kebijakan dan kurikulum pendidikan tinggi untuk mempromosikan keberhasilan yang inklusif dan adil. Para pembuat kebijakan didesak untuk mengembangkan kerangka kerja holistik yang menyelaraskan keunggulan akademik dengan kesejahteraan psikososial. Meskipun studi ini menawarkan perspektif yang bernuansa tentang pengalaman hidup mahasiswa Indonesia, ukuran sampel yang terbatas dan cakupan kontekstualnya menuntut penelitian longitudinal dan lintas budaya yang lebih luas. Studi di masa mendatang harus mengeksplorasi bagaimana perkembangan keberlangsungan hidup di berbagai kelompok siswa dan lingkungan budaya untuk menyempurnakan model teoretis dan memperkuat praktik pendidikan berkelanjutan.

Bagaimanapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa untuk menjadi mahasiswa berprestasi atau mahasiswa yang berkembang tidak dapat bersifat statis dari Sembilan aspek yang telah dihasilkan. Tak kalah penting bagaimana proses tersebut dapat berlangsung secara terus menerus.

Penulis: Dr. Dewi Retno Suminar, Dra., M.Si.