UNAIR NEWS – Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR), Emerik Nanda Rayhan Prasetijo, telah resmi menyelesaikan rangkaian blok mata kuliah elektif melalui Clinical Elective Course Program yang diselenggarakan oleh Faculty of Medicine, Chulalongkorn University, Bangkok, Thailand. Selama empat minggu menjalani rotasi di King Chulalongkorn Memorial Hospital (KCMH), Emerik memperdalam wawasan akademis dan keterampilan klinisnya di Department of Orthopaedics, sekaligus mempelajari dinamika sistem pelayanan kesehatan terkemuka di kawasan Asia Tenggara.
Berbeda dari rotasi klinis ortopedi pada umumnya yang banyak berfokus pada tindakan bedah rekonstruksi dewasa di ruang operasi, program elektif di KCMH memberikan ruang yang lebih luas untuk mengeksplorasi jantung pelayanan kesehatan harian di Outpatient Department (OPD) atau klinik rawat jalan. Secara khusus, Emerik mendalami divisi paediatric orthopaedics (ortopedi anak), sebuah cabang subspesialisasi yang menangani berbagai kelainan muskuloskeletal kongenital maupun perkembangan pada pasien anak-anak.
Salah satu pengalaman klinis utama yang menjadi sorotan dalam program ini adalah kesempatan mengamati perjalanan pelayanan pasien secara utuh dan berkesinambungan (continuum of care atau longitudinal observation). Melalui pendekatan ini, Emerik dapat mengikuti alur perawatan seorang pasien anak berusia tiga tahun dengan diagnosis congenital talipes equinovarus (CTEV) atau clubfoot dari awal hingga akhir. Proses tersebut diawali dengan observasi evaluasi klinis awal dan penilaian derajat deformitas di meja konsultasi OPD, berlanjut ke pengamatan tindakan operasi korektif di ruang bedah, hingga pemantauan hasil penyembuhan serta penyesuaian gips/alat bantu pada kunjungan kontrol pascaoperasi.

Selain kasus clubfoot, keterlibatan Emerik di OPD Ortopedi Anak KCMH juga membukakan jalan untuk mengobservasi beragam kasus muskuloskeletal anak kompleks lainnya. Beberapa kondisi yang dipelajari meliputi developmental dysplasia of the hip (DDH) yang memerlukan deteksi dini stabilitas sendi panggul, slipped capital femoral epiphysis (SCFE) pada anak usia tumbuh-kembang, tatalaksana penyulit panggul dan kontraktur pada pasien cerebral palsy, hingga kelainan kongenital pada struktur kaki seperti polysyndactyly.
Tidak hanya beraktivitas di klinik rawat jalan dan ruang operasi, rangkaian pembelajaran blok elektif ini juga mencakup kegiatan ward round untuk mengobservasi pemantauan pasien ortopedi yang dirawat inap. Melalui observasi rawat inap ini, Emerik mempelajari bagaimana perkembangan kondisi pascatindakan bedah dipantau secara ketat serta bagaimana integrasi antara perawatan di ruang rawat dan evaluasi berkala di OPD berjalan berkesinambungan.
Seluruh proses pembelajaran klinis tersebut didukung penuh oleh suasana akademik yang interaktif di KCMH. Para dokter konsultan dan dokter spesialis ortopedi anak bersikap sangat ramah, terbuka, dan suportif dalam membimbing. Di tengah padatnya jadwal pelayanan rumah sakit, para dokter senantiasa meluangkan waktu untuk memberikan penjelasan mendalam mengenai clinical reasoning, pertimbangan di balik penentuan diagnosis, alasan pemilihan strategi tata laksana, hingga evaluasi hasil pemeriksaan penunjang.
Di luar jam kegiatan rumah sakit, Emerik juga memanfaatkan kesempatan ini untuk memperluas wawasan lintas budaya. Mengagumi dinamika kota Bangkok serta mengeksplorasi ragam kuliner khas Thailand yang kaya rempah menjadi bagian dari pengalaman interkultural yang melengkapi perjalanan akademik selama empat minggu tersebut.
Melalui penyelesaian blok mata kuliah elektif di Chulalongkorn University ini, Emerik Nanda Rayhan Prasetijo tidak hanya berhasil memenuhi tuntutan kurikulum pendidikan kedokteran, tetapi juga memperoleh perspektif internasional yang komprehensif mengenai patient-centered care dan pendekatan holistik dalam bidang ortopedi anak. Pengalaman ini diharapkan menjadi bekal berharga dalam membentuk kompetensi, pemikiran klinis kritis, dan profesionalisme medis di masa depan.
