Universitas Airlangga Official Website

Mahasiswa UNAIR Analisis Kualitas Lingkungan Pasar Tradisional Genteng Kulon, Banyuwangi

Kondisi Pasar Genteng di Pagi Hari (242024). (Sumber Diza Ulya Nurfaizah)
Kondisi Pasar Genteng di Pagi Hari (242024). (Sumber Diza Ulya Nurfaizah)

UNAIR NEWS – World Health Organization (WHO) pada 2014 menempatkan Indonesia di posisi ketiga sebagai negara dengan sanitasi terburuk di dunia. Hasil laporan kesehatan lingkungan yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan tahun 2017 tentang tentang hasil analisis kondisi kesehatan lingkungan menunjukkan bahwa dari total 448 pasar rakyat yang tersebar di 28 provinsi di Indonesia, hanya terdapat 10,94 persen yang memenuhi syarat standar baku mutu pasar sehat, pasar tradisional.

Mahasiswa menganalisis lingkungan di Pasar Genteng berdasar Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan Pasar Sehat pada Senin (2/4/2024). Analisis itu melibatkan lima mahasiswa Program Studi S-1 Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA). Yaitu, Febriyanti Metasari, Indana Maya Zulfa, Diza Ulya Nurfaizah, Kezia Cathrine Siswoko, dan Rizky Berliana Maharani.

 Foto Bersama Penanggung Jawab Pasar Genteng (2/4/2024). (Sumber: Diza Ulya Nurfaizah)
Foto Bersama Penanggung Jawab Pasar Genteng (2/4/2024). (Sumber: Diza Ulya Nurfaizah)

Berdasar analisis sarana prasarana, terdapat 54 persen indikator pasar yang tidak memenuhi Rencana Umum Tata Ruang Setempat (RUTR). Penyebabnya, belum tersedianya wastafel dan sabun. Tidak tersedianya fasilitas sanitasi menyebabkan kurangnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat di pasar itu. 

“Dekatnya pasar dengan permukiman warga juga menyebabkan limbah pasar berdampingan langsung dengan permukiman sehingga menjadikan lingkungan yang bau dan kotor. Namun, secara keseluruhan, lokasi pasar tersebut sudah memadai sesuai dengan RUTR,” ungkap Ketua Kelompok Diza.

Hasil analisis lainnya, terdapat 100% indikator telah terpenuhi, pengelola Pasar Genteng sangat memperhatikan konstruksi pasar baik dari atap, dinding, lantai, ventilasi, dan pencahayaan. Pencahayaan yang cukup serta dinding yang berwarna cerah sesuai dengan buku panduan dasar analisis kualitas lingkungan.

Dalam aspek sanitasi, terdapat 29,6 persen indikator yang tidak terpenuhi. Penyebabnya, tidak ada pemisah yang luas antara toilet dengan kios, pembuangan akhir sampah lokasinya berdekatan dengan kios ikan dan ayam, serta masih adanya sampah yang berserakan disekitar tempat pembuangan sampah.

Secara keseluruhan, Pasar Genteng memperoleh total skor 68,1 persen. Yang yang artinya, belum memenuhi syarat dan belum tergolong kedalam pasar sehat sesuai dengan standar baku mutu pasar sehat dalam Permenkes No 17 Tahun 2020. Persentase tersebut hampir mendekati kriteria pasar sehat dasar, yaitu 70%-79%.

Mahasiswa berharap Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, pengelola pasar, dan masyarakat berperan aktif dalam menjaga kualitas lingkungan di pasar tradisional dengan terus melakukan perbaikan, dan pembangunan. Termasuk penerapan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan untuk menciptakan lingkungan pasar tradisional yang lebih baik dan sehat.

Penulis: Bintang Muslimah

Editor: Feri Fenoria

Baca juga:

Mahasiswa Kedokteran Hewan FIKKIA Bagikan Pengalaman Magang Mandiri di Keswan Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi

Mahasiswa Thailand Kenali Budaya Banyuwangi lewat Kuliner