Universitas Airlangga Official Website

Mahasiswa UNAIR Bikin Platform Pembelajaran Kebijakan Publik Berbasis Gamifikasi

Mahasiswa UNAIR berhasil meraih Juara 1 dan Best Essay dalam Brawijaya Essay Competition Sabtu (5/9/2026) hingga Minggu (6/9/2026) (Foto: Narasumber)

UNAIR NEWS – Informasi politik semakin mudah diakses, tetapi memahami dampak sebuah kebijakan tidak selalu menjadi hal yang sederhana. Di tengah derasnya informasi media sosial, generasi muda membutuhkan ruang untuk memahami konsekuensi dari setiap pilihan. Berangkat dari persoalan tersebut, tiga mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (UNAIR) menggagas UTOPIA, inovasi gamifikasi edukasi politik melalui simulasi dampak kebijakan publik.

Gagasan tersebut mengantarkan tim UNAIR meraih Juara 1 dan Best Essay Brawijaya Essay Competition. Kompetisi tersebut terselenggara oleh Riset Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa Universitas Brawijaya (RKIM UB), pada Sabtu (5/9/2026) hingga Minggu (6/9/2026).

Tim terdiri atas Dinnaya Mahashofia sebagai ketua, bersama Redini Putri Pertiwi dan Sukma Qurrota Qolbi. Mengusung karya berjudul UTOPIA: Inovasi Gamifikasi Edukasi Politik melalui Simulasi Dampak Kebijakan Publik untuk Mewujudkan Demokrasi Partisipatif Generasi Muda yang Berkualitas, mereka mengangkat persoalan rendahnya pemahaman generasi muda terhadap dampak kebijakan publik yang kompleks.

Dinnaya menjelaskan, tim mengembangkan UTOPIA melalui studi literatur dan data sekunder terkait pembangunan, kebijakan publik, digitalisasi, AI, serta partisipasi masyarakat. Tim kemudian memetakan permasalahan dan stakeholder untuk menentukan kebutuhan pengguna. Dari hasil tersebut, tim merancang fitur, alur simulasi, indikator, dan mekanisme AI dalam bentuk prototype. Tim juga membandingkan gagasan UTOPIA dengan sejumlah platform simulasi kebijakan. 

Melalui UTOPIA, pengguna dapat mencoba berbagai alternatif kebijakan melalui konsep what-if simulation. Dalam simulasi tersebut, pengguna berposisi sebagai pemangku kebijakan dan dapat melihat kemungkinan dampak dari setiap keputusan. 

Simulasi tersebut memungkinkan pengguna membandingkan skenario dan memahami konsekuensi dari setiap pilihan. “Kami ingin pengguna tidak hanya tahu kebijakannya, tetapi juga memahami sebab-akibat dari kebijakan tersebut,” ujarnya.

Tak berhenti pada kemenangan, tim berencana untuk mengembangkan UTOPIA. Tim berharap dapat menjalin kerja sama dengan stakeholder terkait agar UTOPIA semakin bermanfaat bagi pengguna melalui gamifikasi yang interaktif. 

Bagi tim, kemenangan ini menjadi bukti bahwa usaha dan doa dapat membawa kesempatan yang tidak disangka. “Sebagai mahasiswa UNAIR, kami bangga dan bersyukur dapat berkontribusi serta membawa nama baik almamater di tingkat nasional,” imbuhnya.

Dinnaya juga berpesan kepada mahasiswa yang ingin mengikuti lomba untuk tidak mudah menyerah. “Selalu semangat dan percaya bahwa proses yang kita kerjakan akan membawa pada tujuan yang kita inginkan,” pungkasnya.

Penulis: Vaneza Ika Artamevia 

Editor: Yulia Rohmawati