UNAIR NEWS – Tingkatkan pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan bagi anak Surabaya, Organisasi Bidikmisi dan KIP-K Universitas Airlangga (AUBMO) menghadirkan program kerja Bidikmisi Mengajar. Ada 21 relawan pengajar dari kalangan mahasiswa penerima KIP-Kuliah UNAIR.
Mereka mengajar sebanyak 55 murid dari jenjang pendidikan usia dini hingga kelas VI Sekolah Dasar di SMK Berdikari 2 Surabaya. Bidikmisi mengajar adalah program setiap akhir pekan dengan total terdapat 12 kali pertemuan.
Dede Dwi Rahayu, ketua pelaksana Bidikmisi mengajar, mengatakan bahwa kegiatan itu bertujuan untuk memberikan pelajaran tambahan non-formal dengan pemberian les di luar jam sekolah. Harapannya peserta didik dapat lebih memahami pembelajaran yang masih kurang paham di sekolah. Caranya adalah dengan memberikan modul pelajaran tambahan dari materi sekolah.
“Selain itu, dari kami sendiri memberikan modul yang berisi beberapa mata pelajaran tambahan dari kami. Yang mana materinya sebelumnya belum ada di sekolah,” tuturnya.

Bentuk Tanggung Jawab Tri Dharma
Dede mengatakan mahasiswa harus ikut bertanggung jawab dalam tri dharma perguruan tinggi. Yakni, berupa pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Karena itu, Bidikmisi Mengajar menjadi salah satu bentuk bakti mengabdikan diri kepada masyarakat luas.
Sekaligus meningkatkan rasa nasionalisme dan melatih mahasiswa dalam mengorganisasi kegiatan yang berdampak positif. Terutama bagi masyarakat yang membutuhkan di bidang pendidikan.
“Serta, mengajak masyarakat luas untuk dapat berbagi dan berempati untuk masyarakat Indonesia yang masih perlu bantuan dalam hal belajar mengajar,” imbuhnya.
Selain menjadi ajang berbagi ilmu, relawan juga berusaha mengentaskan permasalahan siswa yang sering muncul saat ini. Yaitu, terbatasnya pendamping untuk melakukan konsultasi dari pelajaran yang mereka dapatkan. Utamanya di luar jam pembelajaran formal yang mereka dapatkan.
“Selain itu, kami berharap kegiatan ini dapat menuntaskan permasalahan siswa di masyarakat yang tidak ada pendamping dan tidak dapat berkonsultasi ketika mereka belajar di rumah. Kami berharap dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan solusi atas permasalahan tersebut,” jelasnya.
Dengan terselenggaranya kegiatan Bidikmisi mengajar tersebut, harapan terbesar adalah peserta didik di sekitar jalan Kapasari RT 4 RW 2 Kecamatan Genteng, Kota Surabaya, itu dapat menerima pembelajaran yang mereka berikan dengan baik. Sehingga pada masa depan peserta didik itu pula dapat menyalurkan ilmu dan pengetahuan yang mereka peroleh kepada orang yang membutuhkan.
Para relawan Bidikmisi mengajar tidak hanya memberikan ilmu, tetapi juga sebagai bukti implementasi nyata kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat yang membutuhkan. Harapannya kegiatan tersebut dapat menjadi tali erat silaturahmi dengan kampus dengan masyarakat.
“Di tahun selanjutnya dan di pengurusan selanjutnya, saya harap kegiatan ini akan terus berlanjut dengan lebih baik lagi,” harap Dede, mahasiswa fakultas Vokasi itu.
Penulis: Monika Astria Br Gultom
Editor: Feri Fenoria





