Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Manajemen Pengetahuan Berbasis Komputasi Awan: Tinjauan Literatur Sistematis tentang Inovasi Sektor Publik melalui Komputasi Awan

4 Views•3 minutes read

Perkembangan teknologi komputasi awan (cloud computing) telah membawa perubahan signifikan dalam cara organisasi mengelola pengetahuan. Dalam konteks ini, cloud-powered knowledge management muncul sebagai pendekatan strategis untuk meningkatkan efektivitas penyimpanan, distribusi, dan pemanfaatan pengetahuan secara terintegrasi. Untuk memahami perkembangan dan tren dalam bidang ini, digunakan metode Systematic Literature Review (SLR) sebagai pendekatan penelitian yang sistematis dan komprehensif.

Metode SLR memungkinkan peneliti untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mensintesis berbagai penelitian terdahulu yang relevan dengan topik manajemen pengetahuan berbasis cloud. Proses ini dilakukan melalui beberapa tahapan utama, yaitu perumusan pertanyaan penelitian, penentuan kriteria inklusi dan eksklusi, pencarian literatur pada database ilmiah, seleksi studi yang relevan, serta analisis dan sintesis temuan. Pendekatan ini memastikan bahwa hasil kajian memiliki dasar yang kuat dan minim bias.

Hasil kajian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi cloud dalam manajemen pengetahuan memberikan berbagai keuntungan. Salah satu manfaat utamanya adalah kemudahan akses terhadap pengetahuan secara real-time tanpa batasan lokasi. Hal ini memungkinkan kolaborasi yang lebih efektif antar individu maupun tim, terutama dalam organisasi yang memiliki distribusi geografis yang luas. Selain itu, cloud juga menawarkan skalabilitas tinggi, sehingga organisasi dapat menyesuaikan kapasitas penyimpanan sesuai kebutuhan.

Dari perspektif operasional, sistem manajemen pengetahuan berbasis cloud mendukung proses berbagi pengetahuan (knowledge sharing) secara lebih efisien. Platform berbasis cloud memungkinkan integrasi berbagai sumber informasi dalam satu sistem terpadu, sehingga memudahkan pengguna dalam menemukan dan memanfaatkan pengetahuan yang tersedia. Fitur seperti pencarian cerdas, penyimpanan terpusat, serta akses multi-perangkat menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas.

Namun demikian, hasil SLR juga mengungkap beberapa tantangan dalam implementasi cloud-powered knowledge management. Isu keamanan dan privasi data menjadi perhatian utama, terutama ketika organisasi menyimpan informasi sensitif di lingkungan cloud. Selain itu, terdapat tantangan terkait integrasi sistem lama (legacy systems) dengan teknologi cloud, serta kebutuhan akan kesiapan sumber daya manusia dalam mengadopsi teknologi baru.

Faktor keberhasilan implementasi sistem ini tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada aspek organisasi dan manusia. Budaya berbagi pengetahuan, dukungan manajemen, serta kemampuan digital pengguna menjadi elemen kunci dalam memastikan sistem berjalan secara optimal. Tanpa adanya dukungan tersebut, teknologi cloud yang canggih sekalipun tidak akan memberikan dampak maksimal.

Secara keseluruhan, pendekatan SLR dalam mengkaji cloud-powered knowledge management memberikan gambaran menyeluruh mengenai tren, manfaat, serta tantangan yang dihadapi. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi cloud dalam manajemen pengetahuan memiliki potensi besar untuk meningkatkan kinerja organisasi, asalkan didukung oleh strategi implementasi yang tepat dan kesiapan organisasi secara menyeluruh.

Dengan demikian, organisasi perlu mengadopsi pendekatan yang seimbang antara teknologi dan manusia dalam mengembangkan sistem manajemen pengetahuan berbasis cloud. Ke depan, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pengembangan model implementasi yang lebih adaptif serta solusi untuk mengatasi tantangan keamanan dan integrasi sistem.

Penulis:

Putu Arya Wibisana, Suparto Wijoyo, Fiona Niska Dinda Nadia, Mia Amiati &
Syavina Amalia Putri

Link Artikel Scopus:

https://doi.org/10.1080/23311975.2026.2616543

Universitas Airlangga
Excellence with Morality
If loading takes to long, go back to home by click here .