Rambut memiliki peran penting dalam melindungi mata dan kulit, serta mempunyai fungsi estetika. Tipisnya rambut juga problema kerontokan rambut dapat menyebabkan tekanan psikologis. Minyak kemiri berasal dari buah kemiri (Aleurites moluccanus), yang selanjutnya disebut sebagai AMS, secara tradisional telah digunakan untuk merangsang pertumbuhan rambut. Meskipun kini banyak digunakan sebagai bahan kosmetik, mekanisme kerjanya dalam merangsang pertumbuhan rambut belum diketahui. Dalam penelitian ini, telah diteliti mekanisme minyak AMS dalam merangsang pertumbuhan rambut, dengan fokus utama pada produksi prostaglandin F2α (PGF2α).
Penelitian dilakukan secara ex vivo dengan folikel rambut manusia yang diberi perlakuan minyak AMS menunjukkan efek pertumbuhan rambut yang signifikan. Sementara itu penelitian secara in vitro dengan sel HaCaT menunjukkan hasil bahwa minyak AMS meningkatkan kadar PGF2α serta meningkatkan ekspresi anggota keluarga enzim AKR1C, yang merupakan enzim kunci dalam sintesis PGF2α. Selain itu, terjadi peningkatan ekspresi penanda proliferasi, termasuk Ki67 serta siklin B1, D1, dan E1. Analisis transkripsional mengungkapkan bahwa minyak AMS mengaktifkan jalur sinyal Nrf2, yang memicu regulasi gen keluarga AKR1C melalui elemen respons antioksidan. Lebih lanjut, uji coba pada manusia dengan metode acak, *double-blind*, dan perbandingan sisi kiri-kanan pada bulu mata mengonfirmasi efektivitas minyak AMS dalam merangsang pertumbuhan bulu mata. Temuan ini menunjukkan bahwa minyak AMS memiliki potensi untuk diaplikasikan tidak hanya dalam merangsang pertumbuhan rambut dan bulu mata, tetapi juga dalam meningkatkan kesehatan melalui efek antioksidannya.
Penulis: Noorma Rosita
Detail tulisan ini dapat diakses pada: https://www.researchgate.net/publication/405479208_Kukui_nut_oil_Aleurites_moluccanus_seed_oil_promotes_hair_growth_by_activating_the_Nrf2ARE-AKR1C_family-PGF2a_signaling_axis
