UNAIRNEWS – Semangat inovasi dan transformasi ekonomi tengah berdenyut kencang di kawasan transmigrasi Prafi, Manokwari. Pada Rabu, 15 Oktober 2026, Tim Ekspedisi Patriot 18 Kementerian Transmigrasi dari Universitas Airlangga (UNAIR) sukses menggelar pelatihan tahap ketiga dari rangkaian program digitalisasi UMKM dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Dipimpin oleh Dr. Fatin Fadhilah Hasib, SE MSi, tim UNAIR beranggotakan Haidar Afifudin Fawwaz, Abdusyahid Naufal Fathullah, Titin Nurazizah, Anysa Puji Rahayu, dan Muhammad Fikri Alfiansyah. Menurut Dr Fatin, program ini dirancang khusus untuk membimbing masyarakat Kawasan Transmigrasi Prafi dalam menghadapi tantangan pemasaran modern sekaligus mendorong transformasi ekonomi yang berakar kuat pada potensi lokal.
Fokus pada penguatan kapasitas bisnis lokal, pelatihan kali ini menghadirkan narasumber ahli langsung dari Surabaya saudari Septinda Jatiya untuk mengupas tuntas strategi riset pasar, pemasaran digital (digital marketing), hingga pemanfaatan teknik Search Engine Optimization (SEO) dan Meta Ads.
Antusiasme tinggi tampak jelas dari kehadiran para peserta yang datang dari berbagai Satuan Pemukiman (SP), yakni wilayah SP 1 hingga SP 4. Meski terdiri dari lintas generasi, para pelaku usaha lokal ini tidak canggung untuk aktif berdiskusi dan berinteraksi dua arah dengan pemateri.
Tim Ekspedisi Patriot 18 menyusun modul pelatihan secara khusus berdasarkan kebutuhan primer (pain points) para pelaku usaha dalam memasarkan produk-produk lokal mereka. Respon positif langsung terlihat ketika peserta antusias mengerjakan lembar kerja (worksheet) serta mempraktikkan langsung strategi optimalisasi mesin pencari.
“Kebingungan-kebingungan yang selama ini kami rasakan dalam memasarkan produk perlahan mulai terurai dengan baik berkat pendampingan yang interaktif dan tepat sasaran,”
ungkap salah satu peserta transmigran usai sesi praktik aplikatif.
Inisiatif progresif yang digelorakan oleh Tim Ekspedisi Patriot 18 Unair ini sejatinya menjadi wujud nyata dalam mengakselerasi pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) di tanah Papua. Melalui penguatan kapasitas kewirausahaan lokal, kegiatan ini secara langsung menopang SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dengan mendorong produktivitas UMKM dan BUMDes agar mampu menembus pasar yang lebih luas. Di saat yang sama, pemanfaatan teknologi pemasaran terkini turut mewujudkan SDG 9 mengenai Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui percepatan transformasi digital yang menjembatani kesenjangan informasi di wilayah transmigrasi. Seluruh rangkaian keberhasilan ini pun semakin kukuh berkat pilar SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, yang merefleksikan kolaborasi harmonis antara dunia akademik, kementerian, dan masyarakat demi mewujudkan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.
Melalui pendampingan teknis yang konkrit dan berkelanjutan ini, kawasan transmigrasi Prafi diharapkan mampu melahirkan sentra-sentra ekonomi mandiri yang berdaya saing tinggi di era digital.
