Sakit Tuberkulosis (TBC) pada anak yang status gizinya rendah belum banyak terjadi, namun penyakit TBC ini dapat menjadi sumber penularan saat mereka dewasa. Masih banyaknya orang dewasa yang sakit TBC, perlu ditingkatkan kecurigaan akan adanya sakit TBC pada anak.
Perbaikan keadaan gizi anak perlu dilakukan agar anak dapat terhindar dari sakit TBC ini. Hal ini sangat tergantung dari pengasuh anak yaitu ibu. Sebagai pengasuh, banyak factor cara mengasuh ibu yang salah sehingga anak gampang sakit, seperti ibu kurang mengetahui kalau anak mulai sakit dari gejala dan tanda-tanda sakit (demam, kurang nafsu makan, rewel, batuk, pilek dan sebagainya); pemberian ASI dan atau makan anak yang kurang atau tidak memberikan anak makan dengan menu seimbang, kurang mampu merawat dan mengobati anak sakit ringan (demam, batuk, pilek, diare); membiarkan atau terlambat membawa anak ke pelayanan kesehatan terdekat; ibu tidak mengerti bahwa penyakit dalam anggota keluarga dapat menular, dan tidak mengerti cara menghindarkan anak agar tidak tertular sakit dari anggota keluarga yang lain. Oleh karena itu ibu harus mengerti cara mengasuh anak yang benar sesuai kemampuan keluarga atau ibu punyai agar anak tidak sakit TBC.
Factor cara pengasuhan yang manakah yang sering menyebabkan anak sakit? Banyak sekali factor yang menyebabkan ibu salah mengasuh anak sehingga anak mudah sakit TBC. Factor kesalahan pengasuhan ini sangat kompleks sehingga harus disederhanakan sebagai suatu model agar dapat ditemukan dengan mudah factor kesalahan manakah yang dapat menyebabkan anak sakit TBC.
Penelitian dikerjakan di tiga kecamatan miskin di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia yaitu kecamatan Tambaksari, Simokerto dan Kenjeran. Sebanyak 39 Ibu dengan anggota keluarga yang sakit TBCdi wawancarai dan dilakukan pengamatan serta diperiksa kesehatan dan ditentukan keadaan gizi anaknya, di amati juga kebersihan ibu dan rumah mereka. Hubungan antara kesakitan TBC anak dan status gizinya serta factor kesalahan mengasuh sebagai risiko (penyebab) anak sakit dan anak kurang gizi harus dicari dan ditentukan dengan bantuan uji statistic.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kejadian anak sakit TBC terutama dipengaruhi oleh keadaan gizi anak dan cara ibu mengasuh saat anak sakit. Kesalahan ibu dalam mengasuh anak sakit dapat menyebabkan anak kurang gizi, selanjutnya anak yang kurang gizi ini akan mudah tertular sakit TBC dan gampang menjadi sakit TBC. Kemampuan ibu dalam merawat anak sakit dengan benar harus menjadi perhatian agar anak terhindar dari gizi kurang dan sakit TBC.
Penulis: Dr. Sri Umijati, dr., M.S.
Link:





