Universitas Airlangga Official Website

Pengaruh Anteseden terhadap Keberhasilan Karir Subjektif Guru

Kesuksesan karir seringkali diidentikkan dengan hal-hal yang objektif seperti pendapatan dan jabatan yang tinggi. Sementara itu, seseorang dapat melihat kesuksesan mereka lebih baik ketika mereka membangun kriteria kesuksesan karir mereka sendiri. Dalam hal ini, penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh variabel internal (yaitu, komitmen karir dan komitmen profesional) dan eksternal (pertukaran pemimpin-anggota dan dukungan organisasi yang dirasakan) terhadap keberhasilan karir subjektif guru.

Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dan menggunakan desain korelasional dengan uji regresi linier sederhana dan berganda untuk melihat pengaruh variable bebas terhadap variable terikat. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah guru-guru Indonesia dengan pengalaman kerja minimal 5 tahun di sekolah negeri dan swasta dari berbagai jenjang Pendidikan dan bergelar sarjana atau sarjana sesuai Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Mereka juga yang memiliki SK pengangkatan yang dikeluarkan oleh lembaganya. Teknik pengambilan sampel penelitian ini menggunakan random purposive sampling karena jumlah anggota populasi yang besar dan didapatkan sebanyak 320 guru yang digunakan dalam penelitian ini.

Hasil dari penelitian yang dilakukan pada uji regresi linier berganda komitmen karir dan kesuksesan karir subjektif semua dimensi menunjukkan hubungan yang signifikan (p < 0.05),  artinya setiap dimensi komitmen karir mempengaruhi dimensi kesuksesan karir subjektif. Dalam hal ini pertama, identitas karir ditemukan mempengaruhi pengakuan, artinya identitas karir guru meningkatkan rasa keterikatannya terhadap profesinya. Kedua, identitas karir ditemukan secara signifikan mempengaruhi kualitas kerja. Ketiga, komitmen karir secara signifikan mempengaruhi dimensi pekerjaan yang bermakna. Keempat, identitas karir dan resiliensi berpengaruh secara signifikan terhadap dimensi pengaruh. Kelima, komitmen karir ditemukan secara signifikan mempengaruhi keaslian. Keenam, identitas karir ditemukan mempengaruhi kehidupan pribadi. Ketujuh, komitmen karir mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan. Kedelapan, identitas karir dan perencanaan karir yang tepat cenderung memiliki perasaan dan kepuasan yang lebih positif terhadap karir guru.

Berdasarkan hasil uji regresi linier berganda antara komitmen professional dan kesuksesan karir subjektif menunjukkan hasil yang signifikan (p < 0.05). Pada setiap dimensi, komitmen professional afektif dan normatif ditemukan mempengaruhi kualitas kerja. Komitmen profesional afektif dan normatif yang lebih tinggi cenderung memiliki kualitas kerja yang lebih tinggi dan keinginan untuk berhenti rendah. 

Hasil uji regresi linier berganda antara LMX dan SCS menunjukkan hubungan yang signifikan (p < 0.05), artinya LMX mempengaruhi setiap dimensi SCS. Dalam penelitian ini dimensi afektif memiliki peran penting dalam semua dimensi SCS, artinya ketika seorang pemimpin membangun hubungan positif dengan guru maka guru akan merasa diakui atau dihargai. Hal tersebut akan menciptakan hubungan yang baik antara pemimpin dengan anggotanya. Selanjutnya kontribusi memiliki peran penting dalam pengakuan. Dalam hal ini ketika guru memberikan kontribusi yang optimal untuk pekerjaannya, guru kemungkinan akan menerima pengakuan dari pemimpinnya, yang memungkinkan guru untuk mengevaluasi karirnya secara subyektif.

Hasil uji regresi linier sederhana menunjukkan bahwa POS berperan signifikan terhadap delapan dimensi SCS (p < 0.05). Dukungan organisasi yang dirasakan karyawan ditemukan mempengaruhi pekerjaan dan pengaruh guru yang bermakna.

Penulis: Prof. Dr. Fendy Suhariadi, Drs., M.T.

Link: https://www.mdpi.com/1660-4601/19/17/11121