Universitas Airlangga Official Website

Pengaruh Intervensi Pemberdayaan Karir Keluarga Terhadap Kemampuan Family Caregiver Management Diabetes Mellitus

Ilustrasi by iStock

Diabetes Mellitus Tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit kronis, 90 – 95% dari total kasus diabetes, dan saat ini menjadi prioritas pengobatan di dunia. Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penderita DMT2 terbanyak. Pada tahun 2015, jumlah penderita DMT2 sebanyak 10 juta; pada tahun 2017 sebesar 10,3 juta; pada tahun 2019 sebesar 9,3 juta, dan pada tahun 2030 diprediksi meningkat menjadi 10,2 juta. Manajemen diri yang berkelanjutan diperlukan sebagai bagian dari manajemen T2DM yang komprehensif untuk mencegah komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup. Keluarga sebagai penyedia perawatan primer harus bertindak sebagai pengasuh keluarga; oleh karena itu, mereka harus memiliki kemampuan yang memadai dalam manajemen diri DMT2. Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam pengelolaan diabetes. Keterlibatan keluarga dalam pengelolaan diabetes merupakan salah satu strategi yang dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan untuk mendapatkan hasil pengelolaan diabetes yang optimal. Hasil beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa intervensi edukasi diabetes pada keluarga dapat mengembangkan perilaku keluarga yang sehat, sehingga keluarga dapat memberikan dukungan emosional dan psikologis bagi pasien diabetes dan mendorong perilaku manajemen diri diabetes, sehingga meningkatkan hasil kesehatan.

Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga belum memiliki keterampilan yang memadai dalam manajemen diri DMT2. Hanya 46,82% keluarga yang memiliki manajemen diri dalam kategori baik. Bahkan hasil studi pendahuluan di Kabupaten Jember menunjukkan sebagian besar keluarga (80%) tidak dapat melakukan swakelola DMT2. Ketidakmampuan keluarga untuk melakukan manajemen diabetes secara mandiri dapat menyebabkan peningkatan masalah kesehatan dan komplikasi bagi penderita DMT2. Dampak negatif lainnya adalah meningkatnya kebutuhan akan biaya perawatan dan pengobatan, penurunan kualitas hidup, berkurangnya harapan hidup, serta meningkatnya risiko kematian dini dan kematian akibat diabetes.

Pemberdayaan keluarga merupakan salah satu strategi yang dapat dilakukan perawat untuk meningkatkan kemampuan keluarga dalam mengelola penyakit. Pemberdayaan pengasuh keluarga dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, mengurangi kesusahan, meningkatkan rasa koherensi dan kontrol situasi, pertumbuhan dan perkembangan kemampuan pribadi, dan meningkatkan kepuasan diri. Pemberdayaan pengasuh keluarga juga dapat meningkatkan kontrol positif pikiran dan tubuh, menumbuhkan perasaan positif, meningkatkan pengasuhan proaktif, dan meningkatkan hubungan konstruktif dengan lingkungan untuk meningkatkan kemampuan pengasuh keluarga mengelola penyakit secara mandiri (17). Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh intervensi pemberdayaan pengasuh keluarga terhadap kemampuan manajemen diri DMT2 pengasuh keluarga. Memberdayakan pengasuh keluarga merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan kemampuan pengasuh keluarga dalam manajemen diri DMT2.

Keluarga merupakan pemberi perawatan utama bagi penderita DMT2, sehingga mereka harus berperan sebagai pengasuh keluarga. Ketidaktahuan manajemen penyakit menyebabkan keluarga tidak mampu menjalankan peran sebagai pengasuh keluarga. Sebelum intervensi sebagian besar responden memiliki kemampuan manajemen diri DMT2 dalam kategori sedang, dan dipengaruhi oleh tingkat pendidikan. Semakin tinggi tingkat pendidikan berarti semakin baik pengetahuan maka semakin baik pula kemampuannya. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa pengetahuan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kemampuan manajemen diri DMT2. Perawat dapat meningkatkan kemampuan pengasuh keluarga dengan pemberdayaan, meningkatkan kemampuan mengelola DMT2 secara mandiri. Pemberdayaan memungkinkan keluarga untuk menyesuaikan peran mereka untuk membantu anggota keluarga dalam manajemen penyakit. Beberapa tindakan dalam pemberdayaan adalah memberikan informasi tentang manajemen penyakit, pelatihan keterampilan teknis dan pemecahan masalah, pendampingan dan konsultasi selama masa perawatan dan tindak lanjut yang berkelanjutan, dan memberikan dukungan.

Kemampuan yang memadai dari pengasuh keluarga dalam manajemen diri DMT2 dapat meningkatkan manajemen DMT2, berdampak pada status kesehatan penderita DMT2. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh intervensi pemberdayaan pengasuh keluarga terhadap kemampuan manajemen diri DMT2 pengasuh keluarga. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan randomized control group pre-test post-test design. Besar sampel adalah 60 responden dengan cara simple random sampling, yang dibagi menjadi dua kelompok secara acak. Intervensi pemberdayaan family caregiver dapat meningkatkan kemampuan family caregiver dalam manajemen diri DMT2, meliputi peningkatan kemampuan mengatur pola makan, aktivitas fisik, pengobatan, pemantauan kadar glukosa darah mandiri, dan perawatan kaki. Perawat dapat memberdayakan anggota keluarga sebagai pengasuh keluarga untuk meningkatkan manajemen diri DMT2.

Penulis:

Rondhianto Rondhiantoa, Nursalam Nursalam, Kusnanto Kusnanto, Soenarnatalina Melaniani

Link Scopus: https://www.scopus.com.unair.remotexs.co/record/display.uri?eid=2-s2.0-85125727450&origin=resultslist&sort=plf-f&src=s&st1=nursalam&st2=&nlo=1&nlr=20&nls=count-f&sid=ce563d4df4eb554b3eb47c72b4c8854a&sot=anl&sdt=aut&sl=39&s=AU-ID%28%22Nursalam%2c+Nursalam%22+56660628500%29&relpos=1&citeCnt=0&searchTerm=

Link Jurnal: https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S1130862122000079#:~:text=Results,t%20%3D%204.021%3B%20p%20%3C%20.

Link Scimago:

https://www.scimagojr.com/journalsearch.php?q=7200153125&tip=sid&clean=0