Masa remaja merupakan fase penting dalam pencegahan dan pengendalian anemia. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah Indonesia untuk mengatasi anemia remaja putri adalah program suplementasi zat besi dan asam folat. Program ini adalah salah satu yang paling efektif intervensi yang telah digunakan berbagai negara untuk mengatasi anemia. Kunci keberhasilan suplementasi zat besi dan asam folat adalah kepatuhanremaja. Tujuan: Studi ini menyelidiki kepatuhan dan faktor-faktor yang berkontribusi terhadap suplementasi zat besi dan asam folat dan peran dukungan sosial dan interpersonal trust sebagai sumber informasi dan pengingat di kalangan remaja putri di Sidoarjo, Indonesia.
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan wawancara mendalam untuk mengumpulkan data. Tiga belas remaja putri dari tiga SMA di Sidoarjo, Indonesia, adalah direkrut menggunakan teknik snowball sampling. Hasil: Sebagian besar anak perempuan tidak mematuhi suplementasi zat besi dan asam folat. Faktor penyebabnya adalah pengaruh teman sebaya, pengaruh guru, pengaruh orang tua, resiko dan manfaat mengkonsumsi tablet zat besi dan asam folat serta tidak ingat minum zat besi dan asam folat tablet. Lingkungan sosial yang memberikan informasi dan pengingat berasal dari guru, orang tua, teman sebaya dan juga petugas kesehatan. Antarpribadi kepercayaan diperlukan untuk memiliki dukungan sosial yang dirasakan positif. Kesimpulan: Kepatuhan konsumsi suplemen zat besi dan asam folat mensyaratkan kerjasama berbagai pihak (guru, orang tua, teman sebaya dan tenaga kesehatan) serta kepercayaan interpersonal antara remaja putri dengan pergaulannya agar program dapat berjalan secara optimal.
Penulis: Dr. Lutfi Agus Salim, SKM., M.Si.





