Cedera otak traumatis (TBI) merupakan masalah serius di unit gawat darurat, dengan tingkat kematian dan kecacatan yang tinggi. TBI berat, yang ditandai dengan Skala Koma Glasgow (GCS) < 8, memengaruhi jutaan orang setiap tahun dan memiliki prognosis buruk, dengan tingkat kematian mencapai 31-51%. Meski GCS sering digunakan untuk menilai kondisi neurologis, hasilnya bisa terdistorsi dalam situasi tertentu, seperti pada pasien yang intoksikasi atau menggunakan ventilator.
Secara patofisiologi, TBI dibagi menjadi cedera otak primer, yang terjadi akibat trauma langsung, dan cedera sekunder, yang mencakup gangguan metabolisme otak dan peradangan neuronal, yang memperburuk kerusakan otak. Dalam beberapa tahun terakhir, biomarker seperti Neuron-Specific Enolase (NSE) menjadi fokus penelitian. NSE adalah enzim spesifik neuron yang dilepaskan saat terjadi kerusakan akson.
Studi menunjukkan kadar NSE yang lebih tinggi pada pasien TBI berat dibandingkan TBI ringan atau sedang, serta kaitannya dengan prognosis yang buruk. NSE dalam serum mencerminkan kerusakan saraf secara sistemik, sementara NSE dalam cairan serebrospinal lebih spesifik untuk sistem saraf pusat. Penelitian ini bertujuan membandingkan kadar NSE dalam kedua cairan tersebut untuk mengevaluasi potensinya sebagai biomarker diagnosis dan prognosis TBI berat.
Penelitian ini menggunakan tinjauan literatur untuk mengevaluasi perbandingan kadar Neuron-Specific Enolase (NSE) dalam serum dan cairan serebrospinal pada pasien dengan cedera otak traumatis berat. Langkah-langkahnya meliputi perumusan tujuan penelitian, penetapan kriteria inklusi dan eksklusi, pencarian literatur dengan kata kunci relevan di basis data medis, dan ekstraksi data dari studi yang memenuhi kriteria. Data dianalisis untuk mengidentifikasi pola dan perbedaan kadar NSE. Laporan penelitian disusun secara sistematis, mencakup pendahuluan, metode, hasil, dan kesimpulan, sesuai dengan standar penulisan ilmiah untuk memastikan hasil yang komprehensif dan kredibel.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa iskemia otak, meskipun volumenya kecil, sering terjadi setelah trauma akibat kerusakan morfologi, distorsi pembuluh darah, dan kegagalan autoregulasi. Penurunan aliran darah otak (CBF) pada fase awal memperburuk cedera sekunder dan dikaitkan dengan hasil neurologis yang buruk. Iskemia pascatrauma juga memicu stres metabolik dan kerusakan bertingkat pada neuron, astrosit, dan sel endotel mikrovaskular.
Manajemen awal cedera otak traumatis (TBI) mencakup pemantauan tekanan darah dan oksigenasi, pencegahan infeksi, serta pengelolaan tekanan intrakranial (ICP) melalui terapi farmakologis, cairan hiperosmolar, atau kraniotomi dekompresif. Dalam jangka panjang, komplikasi seperti kejang dan epilepsi memerlukan terapi tambahan.
Neuron-Specific Enolase (NSE) dilepaskan dari neuron yang rusak ke dalam cairan serebrospinal dan serum. Penelitian ini menunjukkan bahwa kadar NSE lebih tinggi di cairan serebrospinal dibandingkan serum, mencerminkan kerusakan spesifik pada sistem saraf pusat. Hasil ini mendukung penggunaan NSE sebagai biomarker untuk menilai keparahan cedera dan prognosis pasien dengan TBI berat, dengan potensi aplikasi klinis yang lebih luas dalam diagnosis dan pengelolaan TBI.
Berdasarkan tinjauan literatur yang dilakukan mengenai perbandingan kadar Neuron-Specific Enolase (NSE) dalam serum dan cairan serebrospinal pada pasien dengan cedera otak traumatis berat, ditemukan adanya perbedaan signifikan antara kedua jenis sampel. Implikasi dari temuan ini adalah potensi penggunaan NSE sebagai biomarker untuk diagnosis dan prognosis cedera otak traumatis berat.
Kesimpulan dari tinjauan literatur ini yaitu pemantauan kadar NSE dalam serum dan cairan serebrospinal dapat memberikan informasi berharga untuk menilai kondisi pasien dan mendukung pengambilan keputusan klinis terkait pengelolaan cedera otak traumatis berat. Penelitian lanjutan diperlukan untuk memvalidasi temuan ini dan mengidentifikasi hubungan langsung antara kadar NSE dengan prognosis jangka panjang pasien.
Penulis: Dr. Kohar Hari Santoso, dr., SpAn-TI., Subsp. TI(K)., Subsp. An. Ped(K)
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:https://www.afjbs.com/issue-content/comparison-of-neuron-specific-enolase-nse-levels-in-serum-and-cerebrospinal-fluid-in-patients-with-severe-traumatic-brain-injury-969
Baca juga: Peran Protein S100β dalam Prediksi Keparahan Cedera Otak Traumatik





