Proses penuaan kulit adalah fenomena biologis kompleks yang terdiri dari dua komponen, masing-masing disebut sebagai penuaan intrinsik dan ekstrinsik. Penuaan intrinsik merupakan proses akibat fisiologis yang tidak bisa dihindari dan perubahan genetik yang terjadi tidak hanya pada kulit tetapi juga pada semua bagian yang lainnya. Penuaan ekstrinsik disebabkan oleh pajanan kumulatif terhadap rangsangan eksternal seperti radiasi ultraviolet, faktor lingkungan, polusi, merokok, menyebabkan peningkatan produksi ROS (reactive oxygen species) yang menyebabkan perubahan deoxyribonucleic acid (DNA) dan menyebabkan kerusakan pada lapisan kulit. ROS juga dapat mengaktifkan berbagai jalur pensinyalan yang bisa menurunkan produksi kolagen, dan meningkatkan aktivasi enzim matriks metalloproteinase (MMPs) yang mendegradasi jaringan ikat, serta sekresi senescence-associated secretory phenotype (SASP) yang pada akhirnya menyebabkan penuaan kulit
Berbagai macam cara telah tersedia untuk pencegahan dan penanganan penuaan kulit, mulai dari penggunaan bahan photoprotector, melengkapi rejimen perawatan kulit rutin dengan penggunaan Alpha Hydroxy Acid (AHA), faktor pertumbuhan (growth factors), heparin sulfat, stem cell, hingga terapi yang lebih agresif seperti chemical peeling, mikrodermabrasi, penyuntikan toksin botulinium, injeksi filler, hingga terapi laser. Beberapa referensi juga menyebutkan bahwa penggunaan probiotik bermanfaat pada beberapa masalah kesehatan, termasuk kesehatan kulit.
Perubahan klinis yang tampak pada penuaan intrinsik adalah kulit kering, pucat dengan kerutan-kerutan halus, berkurangnya elastisitas, kulit kehilangan jaringan lemak subkutan yang menyebabkan pipi tampak cekung dan sebagian individu mempunyai kantung mata. Manifestasi klinis pada penuaan ekstrinsik atau photoaging dapat muncul terutama pada area-area yang mendapat pajanan oleh sinar matahari, seperti wajah, lengan, dan leher. Photoaging memberikan gambaran klinis berupa kulit kering, kulit kasar, pigmentasi yang tidak teratur (bintik-bintik kehitaman), dan kerutan yang lebih jelas. Telangiektasia, purpura, komedo, berbagai tumor kulit jinak dan premaligna termasuk (keratosis seboroik, hiperplasia kelenjar sebasea, dan aktinik keratosis) juga sering ditemukan pada photoaging.
Probiotik merupakan suatu istilah yang merujuk pada mikroorganisme yang memberikan manfaat terhadap manusia dan hewan. Peran probiotik pada penuaan kulit sebagai berikut, probiotik dan penuaan kulit terkait dengan perubahan flora normal pada kulit. Probiotik yang berkaitan dengan perubahan potential hydrogen (pH) yaitu, pH kulit normal agak asam dan dalam kisaran 4.2–5.6. Perubahan yang berkaitan dengan komposisi lipid (lemak) pada stratum korneum yaitu ceramides, ini berperan penting dalam fungsi sawar kulitdankemampuan menyimpan air dari stratum korneum yang normal. Probiotik yang berkaitan dengan perubahan stress oksidatif, karena epidermis kulit memiliki aktivitas antioksidan yang lebih unggul dari kebanyakan jaringan, dan bila terjadi penurunan efisiensi pada sistem ini merupakan faktor penting dalam terjadinya penuaan kulit. Probiotik berkaitan dengan perubahan pada penurunan level kolagen, kolagen ini salah satu bahan utama penyusun kulit manusia, dan memberikan banyak kekuatan pada kulit. Probiotik berkaitan dengan respon imun, perubahan pada sistem kekebalan tubuh terutama juga mempengaruhi imunitas humoral yang di perantarai oleh sel.
Salah satu alternatif untuk mencegah penuaan kulit termasuk photoaging adalah perawatan kulit dengan probiotik. Studi awal pada model hewan dan uji klinis pada manusia menunjukkan bahwa probiotik dapat memperlambat proses penuaan intrinsik dan ekstrinsik. Probiotik dapat mengembalikan pH kulit asam, mengurangi stres oksidatif, meningkatkan fungsi sawar kulit.
Probiotik diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif pada tata laksana penuaan kulit , sehingga proses penuaan yang terjadi pada individu dapat menjadi succsesfully aging meningkatkan kualitas hidup individu.
Penulis: Dr.Damayanti,dr.,Sp.KK(K)
Informasi detail dari artikel ini dapat dilihat pada tulisan kami di :
https://ijrp.org/paper-detail/4004
The Role Of Probiotics In Skin Aging
Diah Ngesti Kumalasari, Damayanti





