Proses penuaan pada kulit terjadi secara alamiah dari waktu ke waktu, dan terjadi akibat beberapa faktor dimana radiasi sinar ultraviolet merupakan faktor resiko utama dan hal ini yang membuat tampak kerutan, pigmentasi dan tekstur kulit tidak rata. Laser untuk peremajaan kulit sangat populer pada pasien Asia, namun tipe kulit pada orang Asia lebih rentan untuk terjadi perubahan pigmen. Pada umumnya orang Indonesia mempunyai kulit warna coklat dan sedikit yang memiliki warna kulit terang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efikasi dan keamanan laser picosecond 755 nm pada peremajaan kulit di kulit orang Indonesia.
Analisis dilakukan terhadap 20 pasien sehat dengan tipe kulit Fitzpatrick III-V dengan keluhan penuaan akibat photoaging rentang usia dari 36 hingga 55 tahun. Pasien diambil dari bulan Maret 2021 hingga Agustus 2021. Jenis kelamin pasien tersebut antara lain 19 perempuan dan seorang laki-laki. Data seperti usia, jenis kelamin, dan jenis kulit didata sebagai informasi pendukung. Kriteria eksklusi berlaku pada pasien yang menerima prosedur kosmetik seperti peeling, injeksi toksin botulinum, filler, Intense Pulse Light Therapy, dan laser dalam 6 bulan terakhir
Semua pasien yang tergabung dalam penelitian ini diberikan dua perawatan dengan interval 4 minggu dan ditindak lanjut selama 4 minggu. Penelitian ini menggunakan laser picosecond dengan Panjang gelombang 755 nm dengan susunan lensa difraksi (DLA) (PicoSure, Cynosure, MA). Anestesi topikal (lidokain 2,5% dan prilokain 2,5%) diberikan di area terapi dengan cling- film occlusion selama 30 menit sebelum terapi. Parameter yang sama diberikan kepada semua pasien (6 mm, 0,71 J/cm2, 10 Hz), dan setidaknya 3 sampai 4 lintasan dilakukan sampai end point hingga timbul eritema ringan. Biasanya, kami menggunakan parameter laser berdasarkan jenis kulit, tetapi karena ini untuk penelitian, kami menggunakan parameter yang sama untuk setiap pasien. Pemeriksaan objektif dievaluasi sebelum terapi dan 4 minggu setelah terapi kedua dengan menggunakan VISIA (Canfield Scientific, Inc.).
Bagian depan dan samping kedua pipi difoto, kemudian dengan menggunakan VISIA, dilakukan penilaiam jumlah kerutan, pigmen, dan tekstur yang terlihat dan kemudia diberikan skor. Skoring yang lebih rendah menunjukkan kerutan yang lebih sedikit, pigmen, dan tekstur yang terlihat. Perbaikan klinis dikategorikan sebagai sangat baik (>75% perbaikan), baik (50%-75% perbaikan), sedang (25%-50% perbaikan), dan ringan (<25% perbaikan), dibandingkan dengan baseline. Para pasien juga ditanya dan diperiksa tentang adanya efek samping pasca tindakan.
Dua puluh pasien dengan kulit tipe III-V, yang berpartisipasi dalam penelitian ini, sebagian besar adalah perempuan (95%), dan usia rata-rata mereka adalah 44 tahun (dari 36 hingga 54). Enam puluh persen pasien mengalami peningkatan yang baik dan 40% pasien mengalami peningkatan sedang. Peningkatan yang signifikan pada kerutan, pigmen, dan tekstur (p <0,001).
Hanya efek samping ringan yang terjadi. Eritema dan sedikit edema terjadi pada semua pasien; lima pasien mengalami urtikaria, dan dua pasien dengan tipe kulit Fitzpatrick III mengalami petechiae. Semua efek samping menghilang beberapa hari setelah penggunaan pelembab dan tabir surya tanpa gejala sisa yang permanen. Urtikaria sembuh dalam waktu satu jam; eritema dan sedikit edema mereda dalam satu hari, sementara petechiae mereda dalam dua hari setelah perawatan laser. Kami menindaklanjuti kejadian buruk setiap hari sampai kejadian buruk mereda. Tidak ada hiperpigmentasi atau hipopigmentasi pasca inflamasi
Laser picosecond 755 nm efektif untuk mengatasi kerutan, masalah pigmentasi dan tekstur kulit yang tidak merata, yang bisa dinilai perbaikan klinisnya dengan VISIA. Hasil perbaikan signifikan bisa dilihat paling cepat dalam 4 minggu setelah terapi kedua. Laser picosecond dengan minimal difusi termal dapat menjadi alternatif untuk tipe kulit pasien yang lebih gelap dengan mengurangi gangguan pigmentasi sekunder. DLA adalah lensa tambahan yang melekat pada bagian laser yang akan menyebarkan ulang dan mengirimkan energi dan kemudian menyebabkan respon perbaikan kulit melalui aktivasi sinyal sel. Laser picosecond 755 nm dengan DLA optics bekerja pada melanin sebagai target utama dengan membentuk LIOB yang menyebabkan focal vacuoles pada stratum spinosum epidermis. Profil kerusakan ini sangat berbeda dengan efek dermis dan epidermis yang berbeda dengan teknologi laser sebelumnya. Keratinosit menginduksi sitokin, kemokin dan faktor pertumbuhan sebagai respon terhadap kerusakan yang merangsang dan meregulasi reseptor-reseptor sel di epidermis dan dermis. Pembentukan LIOB dapat menyebabkan gelombang tekanan yang mengeluarkan sitokin dan sinyal sel dan kemudian memulai remodeling kulit dan perbaikan kerutan. Sebuah penelitian menunjukkan hasil biopsi serial yang dilakukan saat awal dan pada 1, 3 dan 6 bulan setelah terapi. Hasil contoh jaringan menunjukkan adanya perbaikan pada kulit dengan pengurangan kerutan dan perbaikan warna dan tekstur.
Hasil klinis dari DLA dengan menghantarkan microbeam berenergi tinggi dan penyerapan melanin ke panjang gelombang 755 nm yang disampaikan pada picosecond akan menargetkan pigmentasi yang tidak diinginkan dan memperbaiki tekstur kulit melalui produksi kolagen dan elastin. Laser picosecond 755 nm dengan optik DLA bekerja dengan target utamanya melanin. Laser picosecond dengan panjang gelombang 755 nm lebih disukai karena energi laser sebagian besar diserap oleh melanin dan lebih sedikit diserap oleh oksihemoglobin.
Penelitian ini mengindikasikan laser picosecond 755nm dengan lensa khusus aman untuk peremajaan kulit pada kulit yang berwarna. Tidak ada inflamasi pasca tindakan hipo/hiperpipigmentasi pada semua pasien. Kemerahan dan bengkak pada pasien hilang dalam 24 jam setelah terapi. Dua pasien dengan tipe kulit III pada penelitian ini mengalami petekie(bintik kemerahan pada kulit). Pada populasi yang mencari terapi laser lebih beragam, hal ini sangat penting untuk mengetahui tipe, etnik, dan ras untuk keamanan hasil terapi. Dibutuhkan penelitian lebih lanjut tentang laser ini pada kulit yang berwarna.
Laser picosecond dengan panjang gelombang 755nm efektif dan aman untuk peremajaan kulit wajah pada kulit pasien Indonesia. Fotoaging yang terkait dengan kerutan wajah, pigmentasi dan tekstur kulit dapat diperbaiki dengan laser picosecond tanpa efek samping.
Penulis: Prof. Dr.Cita Rosita Sigit Prakoeswa,dr.,Sp.KK(K)
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:
https://doi.org/10.34172/jlms.2022.45c
Facial Rejuvenation in Indonesia Skin With a Picosecond 755-nm Laser
Putri Hendria Wardhani, M. Yulianto Listiawan, Cita Rosita Sigit Prakoeswa





