UNAIR NEWS – Sebagai wujud implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4 (quality education), Riset Grup Kajian Budaya Klasik, Religi, dan Lokalitas, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR) menyelenggarakan pengabdian pada masyarakat (Pengmas) di SMPN 2 Gading, Probolinggo pada Sabtu (11/10/26). Pengmas tersebut berjudul Penguatan Literasi Bahasa, Kesadaran Lingkungan, dan Identitas Budaya melalui Eco-Cultural Language Learning bagi SMP Negeri 2 Gading, Probolinggo.
SMP Negeri 2 Gading dipilih karena menjadi salah satu contoh bagi wilayah kebudayaan Pandalungan yang biasanya berkembang di wilayah tapal kuda. Bahasa yang digunakan sehari-hari oleh pelajar SMPN 2 Gading, Probolinggo adalah bahasa Madura.
Penguatan Identitas Budaya
Konsentrasi masyarakat etnis Madura di sini terjadi karena pada masa penjajahan Belanda. Banyak etnis Madura yang didatangkan ke wilayah tapal kuda sebagai pekerja perkebunan. Hal ini membuat munculnya kebudayaan baru berupa percampuran antara kebudayaan madura dan jawa.
Dalam pengmas tersebut, pelajar dari SMPN 2 Gading, Probolinggo membuat narasi mandiri dari foto-foto yang telah diambil sebelumnya. Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka belajar bersama antara FIB UNAIR dengan pelajar SMPN 2 Gading dengan penguatan literasi bahasa melalui pembuatan narasi, penguatan kesadaran lingkungan dan penguatan identitas budaya melalui foto yang menjadi sumber bagi penulisan narasi.

Pengmas ini melibatkan tiga kelas yang ada di SMPN 2 Gading, Probolinggo, yaitu kelas 7, kelas 8, dan kelas 9. Pemateri membagikan foto-foto yang sudah terkumpul sebelumnya kepada pelajar SMPN 2 Gading yang ada pada masing-masing kelas.
Penyampaian materi diberikan pada masing-masing kelas dengan memberikan ketentuan umum pembuatan narasi, yaitu narasi harus mengandung unsur 5W (What, Who, When, Where, Why) dan 1H (How).
Pemateri juga memberikan pengarahan untuk membuat narasi secara runtut yaitu orientasi yang berisi pengenalan tokoh, komplikasi yang berisi kemunculan masalah, resolusi yang berisi penyelesaian masalah, dan reorientasi yang berisi kesimpulan.
Pengalaman Visual dan Sehari-hari
Setelah penyampaian materi selesai, pelajar SMPN 2 Gading diminta untuk membuat narasi dengan menghubungkan antara foto yang dibagikan dengan imajinasi atau pengalaman sehari-hari. Proses ini menjadi pembelajaran agar dapat menghubungkan pengalaman visual dengan pengalaman sehari-hari atau imajinasi yang dimiliki oleh pelajar.
Pelajar SMPN 2 Gading mengikuti kegiatan tersebut dengan begitu antusias. Interaksi dan saling belajar antara Tim FIB UNAIR dengan Pelajar SMPN 2 Gading harapannya dapat menjadi salah satu cara penguatan literasi.
Hasil dari narasi mandiri ini diharapkan dapat mengungkap kehidupan dan keseharian masyarakat Gading, Probolinggo. Selain itu, tim riset FIB juga berharap agar pengmas ini dapat berkelanjutan dan berdampak bagi semua pihak yang terlibat.
Penulis: Muhamad Rohman Obet
Editor: Yulia Rohmawati
