UNAIR NEWS – Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Airlangga (UNAIR) terus memberikan kontribusi bagi pembangunan di Manokwari. Kali ini, penyaluran sejumlah 100 unit Kit Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) serta pembangunan fasilitas pembibitan tanaman obat keluarga (TOGA) diinisiasi untuk mendukung pengembangan kawasan hijau produktif, edukatif, dan berkelanjutan.
Ketua TEP Kelompok 6, Dr Neffrety Nilamsari SSos MKes menekankan bahwa penyaluran P3K menjadi upaya memperkuat kesiapsiagaan dan kemampuan warga dalam memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan maupun kondisi darurat di lingkungan masyarakat. Selain itu, pembangunan rumah pembibitan bertujuan menyediakan sarana budi daya guna memperkuat ketahanan kesehatan, kemandirian, dan pemberdayaan masyarakat.
”Rumah pembibitan ini diharapkan menjadi sarana pemberdayaan masyarakat untuk memperkuat ketahanan kesehatan melalui ketersediaan tanaman obat. Lebih dari itu, langkah ini sangat penting untuk mendukung mitigasi dan upaya pencegahan risiko penyakit setelah terjadinya bencana,” tegasnya.
Pembagian P3K
Neffrety menegaskan bahwa program penyaluran P3K yang terlaksana di Balai Pertemuan Udapi Hilir pada Senin (5/10/2026) harus memastikan kit P3K disimpan di lokasi yang mudah terjangkau. Selain itu, kelengkapan dan masa kadaluarsanya perlu diperiksa secara berkala serta didukung dengan edukasi penggunaan yang tepat agar manfaatnya dapat berlangsung secara berkelanjutan.
“Capaian yang kami inginkan itu menjangkau berbagai kelompok, seperti pengelola objek wisata, institusi pemerintahan, dan banyak lagi. Selain manfaat langsung tersebut, penyaluran P3K Kit diharapkan mendorong terbentuknya budaya peduli keselamatan dan pengelolaan fasilitas P3K secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Tahapan Pembangunan
Selain mendukung kesiapsiagaan menghadapi bencana, TEP Kelompok 6 juga membangun fasilitas pembibitan tanaman TOGA sebagai pusat edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta kesiapsiagaan menghadapi dampak pascabencana. Proyek yang berlokasi di lahan SMPN 7 Prafi, Kampung Udapi Hilir, Manokwari, ini telah selesai dikerjakan pada Kamis (15/10/2026).
Neffrety menjelaskan bahwa pembangunan ini mengusung konsep pemanfaatan area keluarga dengan menanam berbagai tanaman obat. Tanaman tersebut meliputi jahe, kunyit, temulawak, kencur, daun sambiloto, kumis kucing, lidah buaya, sirih, serai yang masing-masing jenis berjumlah 30 bibit.
“Pembangunan rumah pembibitan terus dipantau berdasarkan realisasi fisiknya. Pemantauan ini meliputi pemeriksaan struktur bangunan, rak pembibitan, media tanam, dan ketersediaan sarana pendukung,” jelasnya.
Lebih lanjut, Neffrety menegaskan bahwa upaya pendukung kesehatan melalui pembangunan ini harus memperhatikan aspek keamanan, dosis, dan kontraindikasi. Bukan sebagai pengganti penangan medis utama pascabencana. Kecukupan jumlahnya ditentukan melalui inventarisasi bibit, pendataan kebutuhan warga, serta evaluasi kapasitas distribusi.
“Ke depan, rumah pembibitan TOGA juga berpotensi dikembangkan sebagai sarana edukasi dan kegiatan ekonomi produktif masyarakat. Manfaat yang telah dirasakan secara aktual akan terus dievaluasi melalui pendataan penerima manfaat, distribusi bibit, keterlibatan warga, dan keberlanjutan pemeliharaan tanaman,” imbuhnya
Penulis: Putri Andini
Editor: Yulia Rohmawati
