UNAIR NEWS – Universitas Airlangga (UNAIR) mengambil bagian dalam European Association for International Education (EAIE) Conference and Exhibition 2026 yang berlangsung di Scottish Event Campus (SEC), Glasgow, Skotlandia, pada 8–11 September 2026. Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Pengembangan Komunitas (RICD) UNAIR, Prof Dr Muhammad Miftahussurur, dr MKes SpPD-KGEH PhD hadir langsung mewakili UNAIR pada konferensi pendidikan tinggi internasional terbesar di Eropa tersebut.
EAIE Glasgow 2026 merupakan penyelenggaraan ke-36 konferensi tahunan EAIE dan mengusung tema The Rhythm of Revolution. Konferensi ini mempertemukan ribuan pimpinan dan praktisi internasionalisasi pendidikan tinggi dari berbagai negara dengan lebih dari 240 sesi dan aktivitas, serta pameran yang menjadi ruang utama pencarian mitra kolaborasi antarperguruan tinggi.
Paviliun Study in Indonesia
UNAIR hadir di paviliun Study in Indonesia (stan E56) bersama perguruan tinggi Indonesia lainnya. Sepanjang tiga hari pameran, Prof Miftahussurur mengagendakan 13 pertemuan bilateral dengan perwakilan universitas mitra dari Eropa, Asia, dan Australia, meliputi Dorset College Dublin (Irlandia), Fatih Sultan Mehmet Vakıf University, Çukurova University, dan Istanbul Aydın University (Türkiye), University of the Sunshine Coast (Australia), University of Trieste (Italia), Leiden University (Belanda), University of Antwerp (Belgia), KIIT University (India), University of Opole (Polandia), DHBW Ravensburg (Jerman), University of Oulu (Finlandia), serta Glasgow Caledonian University (Skotlandia).
Fokus pada Riset dan Tridharma
Dalam pertemuan-pertemuan tersebut, Prof. Miftahussurur menekankan bahwa kemitraan UNAIR tidak berhenti pada mobilitas mahasiswa, tetapi diarahkan pada kolaborasi riset dan tridharma secara menyeluruh. Beberapa skema yang ditawarkan di anntaranya kolaborasi riset dan publikasi bersama, pembimbingan bersama (joint supervision) program doktor, mobilitas dosen dan mahasiswa, program pengabdian masyarakat lintas negara, serta double degree dan credit transfer untuk program magister dan doktor.
Prof. Miftahussurur menyampaikan bahwa kehadiran langsung pimpinan universitas di forum seperti EAIE penting untuk mempercepat proses kemitraan, karena keputusan strategis dapat dibahas langsung dengan pengambil kebijakan di universitas mitra. Ia juga menyebut bahwa sejumlah mitra yang ditemui merupakan tindak lanjut dari komunikasi yang telah dirintis siva UNAIR sebelum konferensi.
Partisipasi UNAIR di EAIE Glasgow sejalan dengan upaya penguatan reputasi internasional dan peningkatan kolaborasi riset global sebagai salah satu indikator utama dalam pemeringkatan dunia. Selain pertemuan bilateral, delegasi UNAIR juga mengikuti Opening Plenary pada 9 September dan Closing Ceremony pada 11 September 2026.
Rangkaian Kunjungan Britania Raya
Kehadiran di EAIE Glasgow merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Prof. Miftahussurur ke Britania Raya pada 7–13 September 2026. Sebelumnya, pada 7 September, Warek RICD bersama Prof. Ferry Efendi, S.Kep., Ns., M.Sc., Ph.D., Ketua LPJPHKI UNAIR, melakukan pertemuan dengan Faculty of Nursing, Midwifery & Palliative Care, King’s College London, untuk menjajaki kolaborasi riset, pendidikan, dan inovasi pendidikan tinggi berbasis AI.
Penulis: Prof. Ferry Efendi, Ph.D.





