UNAIRNEWS – Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga kembali menorehkan langkah nyata dalam memperluas wawasan dan kompetensi di bidang kedokteran melalui partisipasi dalam program IFMSA SCOPE Exchange AMMEF-Mexico. Pertukaran pelajar internasional tersebut dilakukan di Grinker Hospital, Torreon, Mexico selama periode Juli 2026. Mahasiswi FK UNAIR, Keysha Majesta Prasojo, menjalani rotasi klinis di Departemen Bedah Plastik dan diberi kesempatan menjalani sedikit rotasi klinis di Departemen Obstetri dan Ginekologi.
Selama periode rotasi, Keysha mengikuti berbagai aktivitas klinis langsung di rumah sakit. Mulai dari kunjungan pasien di poli, diskusi bersama dokter pendamping, hingga observasi tindakan di ruang operasi. Beberapa tindakan yang diamati antara lain, gluteal augmentation, liposuction, laparoscopic, hysteroscope, c – section (operasi caesarean pada ibu hamil), hingga resusitasi neonatus. Keysha juga berkesempatan untuk melakukan suture atau penjahitan, yang tentunya diawasi oleh dokter bedah. Observai tersebut sangat menarik bagi Keysha mengingat saat itu adalah kali pertama dirinya berada di ruang operasi dan mengamati jalannya berbagai operasi di luar negeri.
Selain aktivitas dirumah sakit, program ini juga memiliki berbagai kegiatan mengenal budaya satu sama lain, seperti city tour dan culinary night. Keysha berkesempatan untuk mengelilingi kota dan mencoba berbagai makanan khas Mexico, seperti taco, burrito, dan carne asada. Terdapat pula pertunjukkan yang tidak kalah menarik disebut Lucha Libre, yang merupakan pertunjukkan gulat tradisional yang memadukan gulat dan seni drama. Lucha Libre umumnya menceritakan tentang perkelahian antara pahlawan dan penjahat.
“Program pertukaran ini tidak hanya memberikan pengalaman klinis, tetapi juga menjadi wadah untuk memahami sistem pelayanan kesehatan, budaya, serta cara berkolaborasi dalam lingkungan internasional. Berinteraksi langsung dengan masyarakat dan mahasiswa dari berbagai negara diharapkan dapat memperluas cara pandang terhadap keberagaman sistem kesehatan sekaligus meningkatkan kemampuan komunikasi sebagai calon dokter” ujar Noe, Local Exchange Officer SCOPE tuan rumah.
Melalui program ini, Keysha belajar tentang indikasi operasi, tatalaksana, prinsip operasi dan sterilitas, serta evaluasi pasca operasi. Keysha juga menyadari bahwa selain pengetahuan, keterampilan klinis dan komunikasi efektif berperan penting dalam proses pengoabatan pasien. Dirinya berharap pengalaman ini bisa menjadi bekal akademis maupun skill, memperluas perspektif global, dan dapat diterapkan sebagai kontribusi pengembangan pelayanan kesehatan di Indonesia kedepannya. Keysha juga berharap pengalaman yang tidak terlupakan ini bisa berkontribusi dalam kesuksesan karirnya sebagai dokter di masa depan.
Penulis: Keysha Majesta Prasojo





